Monday, 28 June 2010

Bir


Bir secara harafiah berarti segala minuman berolkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati seperti biji malt, cereal dan diberi aroma flavor hops, tetapi tanpa proses melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Proses pembuatan Bir disebut Brewing. Karena bahan yang digunakan untuk membuat Bir berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya, maka karakteristik Bir seperti rasa dan warna sangat berbeda baik jenis maupun klasifikasinya.

Bir juga salah satu minuman tertua yng dibuat manusia, yaitu dibuat sekita tahun 5000 SM yang tercatat di sejarah Mesir kuno dan Mesopotamia. Karakteristik Bir telah berubah secara drastis sepanjang ribuan tahun.

Industri pembuatan Bir merupakan industri global yang sangat besar, dan sekarang ini kebanyakan dikuasai oleh konglomerat yang dibentuk dari gabungan pengusaha-pengusaha yang lebih kecil.

Walau pun secara umum Bir merupakan minuman beralkohol, namun ada beberapa variasi dari dunia barat yang dalam pengolahannya membuang hampir seluruh kadar alkoholnya, sehingga menjadikan apa yang disebut dengan Bir tanpa alkohol.


Macam-Macam Bir:

  • Light Beer adalah Bir dengan kadar alkohol 2-4%. Dibuat dari bahan dasar cereal dan tepung Barley.
  • Ale adalah Bir dengan kadar alkohol yang lebih tinggi dari jenis light. Menggunakan lebih banyak hops dan warnanya lebih gelap. Bahan dasarnya adalah cereal dan aromatic malt.
  • Lager adalah jenis bir yang diumurkan lebih lama.
  • Stout adalah Bir dengan kadar alkohol yang cukup tinggi, yakni berkisar antara 14% lebih. Warnanya yang gelap membuat Bir ini disebut dengan Bir hitam. Bahan dasarnya adalah aromatic malt dengan banyak hops dan diberi warna dengan caramel (gula yang digosongkan)
Selama ini banyak orang mengira kalau minuman beralkohol itu akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Tetapi menurut penelitian bir ternyata memberikan dampak yang positif terhadap kesehatan selama tidak meminumnya secara berlebihan.


Dampak positif dari bir diantaranya adalah:

1. Menurunkan Resiko Sakit Jantung
Meminum alkohol dalam jumlah sedang (tidak lebih dari dua gelas untuk pria dan satu gelas untuk wanita per hari) dapat menurunkan resiko sakit jantung koroner sampai 30-60%. Bahkan bagi orang yang memiliki resiko diabetes, tekanan darah tinggi dan orang yang pernah mengalami serangan jantung.

2. Membantu Pembentukan Tulang
Bir mengandung silikon mineral yang membantu pembentukan massa tulang. Silikon yang terkandung salam makanan seperti ini akan memperkuat dan meningkatkan kepadatan tulang, terutama dibagian pinggang dan wnita yang mengalami massa menopause.


3. Mencegah Kerusakan Sel
Pencegahan kerusakan sel ini akan memngurangi resiko kanker dan sakit jantung. Hops dan Malt yang digunakan dalam pembuatan bir mengandung antioksidan dalam jumlah besar. Bir juga mengandung Polyphenol, yakni antioksidan yang juga ditemukn dalam minuman anggur, buah-buahan, sayuran dan teh hitam maupun teh hijau. Bir Lager dan Ale lebih banyak mengandung antioksidan daripada bir encer atau bir tanoa alkohol.

4. Melindungi Dari Stroke
Penyakit seperti Alzheimer dan pikun ternyata merupakan 80% penyebab stroke. Mengkonsumsi Bir dalam jumlah menengah sering dikaitkan dengan kemapuan berpikir dan memori yang membaik. Jika kita menghitung volume minuman dan jumlah kandungan alkohonya, Bir memiliki jumlah antioksidan dua kali lipat dari anggur putih. Walaupun jika dibandingakan anggur merah kandungan antioksidan Bir hanya setengahnya. tetapi mengenai kemungkinan penyerapan dalam tubuh, karena kecilnya molekul antioksidan Bir, maka kemungkinan penyerapan antioksidan Bir akan jauh lebih mudah.

Bir tidak mengandung lemak atau kolesterol sama sekali dan kandungan gula yang ada sangat rendah. Kalori yang ada dalam Bir sebagian besar muncul dari kandungan alkohol bukan dari kandungan gula yang ada.

(Dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment