Saturday, 5 March 2011

Makgeolli

Makgeolli atau Makuly juga dikenal sebagai Makkoli atau Makuly (takju) (dan dalam bahasa Inggris disebut sebagai "anggur beras Korea"), adalah minuman beralkohol tradisional asal Korea. Minuman ini dibuat dari beras yang dikukus dan difermentasi. Warnanya putih keruh dan masih mengandung ampas beras karena minuman ini tidak disaring. Kadar alkohol berkisar 6–8% alkohol berdasarkan volume. Minuman tradisional ini populer di kalangan petani, sehingga disebut nongju (농주, 農酒) yang berarti arak petani.

Di Korea Selatan terdapat minuman serupa yang bernama Dongdongju (동동주), namun lebih mahal dan kadar alkoholnya lebih tinggi. Dongdongju atau makgeolli bisa dibeli di pasar swalayan dalam kemasan botol plastik. Makgeolli dan dongdongju umumnya diminum bersama anju berupa pajeon (파전) atau bindaetteok (빈대떡).

Makgeolli lebih merupakan produk musiman yang lebih banyak dijual selama musim dingin karena tidak tahan lama disimpan. Di Jepang, minuman serupa disebut doburoku (sake yang tidak disaring).

Makgeolli adalah minuman rakyat bagi orang Korea, dan sering dihidangkan dalam pesta-pesta. Sejak zaman dulu, minuman ini sering dibuat di rumah-rumah. Bahan bakunya dari beras, gandum, atau ubi jalar. Selain fermentasi dengan ragi yang menghasilkan alkohol, fermentasi juga dilakukan dengan bantuan Lactobacillus untuk menekan bakteri. Oleh karena itu, minuman ini memiliki rasa manis sekaligus sedikit asam serta memiliki hampir sepuluh jenis kandungan zat asam amino.

Di Korea Utara, orang sejak dulu juga membuat makgeolli, namun terhenti karena kekurangan bahan baku. Produksi minuman ini sekarang sudah dilanjutkan untuk konsumsi wisatawan asing. Sebagai pengganti makgeolli, orang Korea Utara membuat minuman beralkohol dari kentang dan jagung.

Menurut "Puitis Rekaman Kaisar dan Kings (Jewangun-gi)", ditulis selama Dinasti Goryeo, penyebutan pertama minuman itu dalam cerita pendiri Goguryeo pada masa pemerintahan Raja Dongmyeong. Banyak suku di Korea sekitar waktu yang menikmati tradisi minum dan menari sepanjang malam dalam upacara-upacara khusus. Selama Dinasti Goryeo, makgeolli disebut ihwa-ju (alkohol mekar pir) untuk minuman keras itu dibuat selama mekar dari bunga tertentu.

Selain itu, makgeolli digunakan selama ritual leluhur di Korea. Komersial, makgeolli yang paling umum tersedia dalam botol plastik atau wadah kotak aseptik. Secara tradisional, hal ini disajikan dalam logam besar atau mangkuk kayu dari mana individu dan mangkuk cangkir diisi menggunakan ladel. Karena merupakan minuman disaring, makgeolli umumnya dikocok atau diaduk sebelum dikonsumsi, sebagai bagian putih berawan cenderung untuk menyelesaikan ke bawah, meninggalkan cairan kuning-jelas pucat di atas.

No comments:

Post a Comment