Saturday, 5 March 2011

Soju

Soju adalah minuman distilasi asal Korea. Sebagian besar merek soju diproduksi di Korea Selatan. Walaupun bahan baku soju tradisional adalah beras, sebagian besar produsen soju memakai bahan tambahan atau bahan pengganti beras seperti kentang, gandum, jelai, ubi jalar, atau tapioka (dangmil). Minuman ini bening tidak berwarna dengan kadar alkohol yang berbeda-beda, mulai dari 20% hingga 45% alkohol berdasarkan volume (ABV). Kadar alkohol yang paling umum untuk soju adalah 20% ABV.

Jinro adalah produsen soju terbesar di Korea. Pada tahun 2007, Jinro menjual lebih dari 72 juta krat soju.)



Sejarah

Soju pertama kali dibuat sekitar tahun 1300 sewaktu orang Mongol berperang melawan orang Korea. Teknik distilasi arak dipelajari orang Mongol dari orang Persia sewaktu bangsa Mongol menginvasi Asia Tengah dan Timur Tengah sekitar tahun 1256. Setelah cara membuat arak diajarkan kepada orang Korea, tempat penyulingan arak dibuat orang Korea sekitar kota Kaesong. Di kawasan sekeliling Kaesong, soju juga disebut arak-ju (hangul: 아락주).

Soju banyak dibuat di kota-kota tempat tentara Mongol menetap, misalnya di kota-kota seperti Andong, Kaesong, dan Jeju. Kota Andong hingga kini dikenal sebagai pusat produksi soju tradisional. Dibandingkan makgeolli, soju memiliki kadar alkohol yang tinggi. Dulunya soju adalah minuman mahal sehingga hanya bisa dikonsumsi kalangan tertentu. Setelah teknik pembuatannya diketahui secara luas, soju sedikit demi sedikit mulai dikenal oleh rakyat biasa. Pabrik penyulingan soju mulai didirikan pada awal abad ke-20. Soju menjadi minuman rakyat yang populer setelah dipakainya sirup gula hasil impor yang berharga murah dalam proses pembuatan soju. Tidak adanya peraturan menyangkut teknik pembuatan dan distilasi menyebabkan produsen dapat membuat soju dengan cara mengencerkan alkohol. Harga soju pun menjadi semakin murah seiring dengan meningkatnya kadar alkohol.

Meskipun bir, wiski, dan anggur telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir, Soju tetap menjadi salah satu minuman beralkohol yang paling populer di Korea karena ketersediaan siap dan harganya relatif murah. Lebih dari 3 milyar botol dikonsumsi di Korea Selatan pada tahun 2004. Pada tahun 2006, diperkirakan bahwa rata-rata orang dewasa Korea (lebih tua dari 20) telah mengkonsumsi 90 botol Soju selama tahun itu.

Meskipun tradisi, Soju tidak selalu dikonsumsi dalam bentuk tidak dicampur. Soju Pencampuran dan bir disebut somaek, sebuah portmanteau dari kata-kata dan maekju Soju (맥주 - bir). Rasa Soju juga tersedia. Sebuah poktanju (폭탄주) (lit: "minum bom,") terdiri dari kaca suntikan Soju jatuh ke satu pint bir (seperti Boilermaker atau Bom Mobil Irlandia) dan diminum cepat. Setara sebaliknya, sebuah gelas bir draft jatuh ke satu pint Soju, disebut Soju poktanju (lit: "Soju minuman bom"). Hal ini sangat mirip dengan bom Sake Jepang.

No comments:

Post a Comment