Friday, 5 November 2021

Crème Yvette


Crème Yvette, atau juga disebut Crème d’Yvette, adalah Liqueur eksklusif yang dibuat dari kelopak bunga Parma Violet dan mungkin jug ditambahkan vanilla dan bahan rempah lainnya.. Crème Yvette pernah dibuat oleh Charles Jacquin et Cie di Amerika Serikat, yang membeli merek sebelumnya yang dibuat oleh Sheffield Company of Connecticut. Crème Yvette hampir menjadi mustahil ditemukan setelah produksinya berhenti pada tahun 1969. Liqueur ini, walau bagaimanapun, baru-baru ini telah dibangkitkan kembali oleh Rob Cooper, pencipta Liqueur St. German Elderflower.

Pada musim gugur tahun 2009, 40 tahun setelah berhenti memproduksi, Charles Jacquin et Cie menghidupkan kembali Liqueur tersebut. Menurut Martha Stewart’s Living Magazine, edisi Maret 2010, menyebutkan bahwa :

"Creme Yvette, a 100-year-old violet liqueur, has been rereleased. Blending fresh berries, vanilla, spices, and violet petals, the purple liqueur has an understated sweetness that really comes alive when mixed with sparkling wine."

Banyak yang menyebutkan bahwa Crème Yvette bisa dibuat dengan menggunakan Crème de Violette.


Source : 
http://en.wikipedia.org/wiki
Berbagai Sumber

Triple Sec


Type : Liqueur

Manufacture : Various

Country of Origin : Angers, France

Introduce : 1849

Alcohol by Volume :12% - 40%

Color : Clear, Golden

Flavor : Orange

Triple Sec adalah jenis Curacao, Liqueur rasa jeruk yang dibuat dari kulit jeruk pahit atau manis yang dikeringkan. Triple Sec ini banyak digunakan dalam minuman campuran dan bahan dari banyak resep yang digunakan sebagai pemanis atau pemberi aroma.

Sejarah

Minuman Spirit diciptakan pada tahun 1849 oleh Edouard Cointreau di Angers, Perancis. Kulit yang dikeringkan dengan dijemur dibawah sinar matahari, kemudian direndam sebelum didestilasi. Kadar alcohol yang terkadung dalam Triple Sec adalah 40%.

Sekarang ini, Triple banyak digunakan campuran dalam mrmbuat Cocktail seperti Margarita. Selain itu, minuman ini juga bisa diminum langsung dengan es batu tanpa dicampur.

Awalnya triple sec bernama Curacao Triple Sec. Tetapi sekarang lebih dikenal dengan Triple Sec saja.

Brands

Berbasis Alkohol

  • Aristocrat
  • Arrow
  • Bandoler
  • Bols
  • Cointreau
  • Combier
  • Cubay
  • DeKuyper
  • Durango
  • Filfar
  • Gaetano
  • Grand Marnier
  • GranGala
  • Hampshire
  • Hiram Walker
  • J. Brandt
  • Llord's
  • Luxardo
  • McGuinness
  • Mandarine Napoléon
  • Mathilde Orange X.O.
  • Meagher's
  • Mohawk
  • Monarch
  • Mr. Boston
  • Patrón Citrónge
  • Potters
  • Paramount
  • Rio Grande
  • Stock
  • Solerno Blood Orange Liqueur
  • Trigo Triple Sec (Puerto Rico)

Non-alcoholic versions

  • Arrow
  • Franco's
  • Rose's
  • Monin
  • Finest Call
  • Stirrings

Source : 
Berbagai Sumber

Polar Bear


Polar Bear, After Eight atau Peppermint Paddy (plesetan dari Peppermint Pattie) adalah Cocktail cokelat mint yang rasanya seperti York Peppermint Pattie atau After Eight Water. Cocktail Polar Bear ini biasanya terbuat dari campuran Crème de Cacao, Peppermint Schnapps, meskipun sangat populer menggantinya dengan Crème de Menthe.

Cara Membuat

Cocktail Polar Bear biasanya disajikan dingin di dalam Shot Glass (seloki). Bahan-bahan khasnya adalah :

  • 1 oz. Crème de Cacao Liqueur
  • 1 oz. Peppermint Schnapps Liqueur

Resep yang paling populer adalah dengan mengocok semua bahan dengan es yang hancur dan disajikan dengan daun mint sebagai hiasannya. Cocktail Polar Bear ini juga bisa disajikan dalam gelas seloki tanpa es atau dengan es batu (on the rocks).

Variasi

  • Polar Bear #2 – Dibuat dengan 3 oz Vodka, 1 oz Blue Curacao dan soda 7-Up.
  • Polar Bear #3 – Versi alternative yang dibuat dengan 3 oz Vodka, 1 oz air jeruk nipis, dan 7-Up.
  • Polar Bear #4 – Variasi Polar Bear yang menggunakan Crème de Cacao dan Crème de Menthe. Ini bisa dibuat berlapis atau dibuat dalam Cocktail Shaker.
  • Polar Bear Cooler – Dibuat dengan menggunakan 2 oz Dark Rum, 1 oz Red Vermouth, 1 oz air jeruk nipis, ½ jus jeruk, dan 3 ½ oz 7-Up. TUang ke dalam gelas Collin yang diisi dengan es dan ditambahkan lemon. Hiasi dengan irisan jeruk dan cery. Sajikan dengan sedotan.
  • Polar Bear in a Blizzaed – Dibuat dengan 1 oz Ehite Chocolate Cream Liqueur, 1 oz Peppermint Schnapps Liqueur dan 1 oz Vodka.
  • Polar Bear Drink – Dibuat dengan 1 seloki Vodka, 1 seloki Blue Curacao dan sisanya diisi dengan Sprite hingga penuh.


http://en.wikipedia.org/wiki
Berbagai Sumber

Chambord


Chambord Black Raspberry Liqueur diilhami dari Raspberry Liqueur yang diproduksi di Lembah Loire di Perancis pada akhir abad ke-17. Minuman keras itu (Liqueur) dikatakan telah diperkenalkan kepada Louis XIV dalam salah satu kunjungannya ke Château de Chambord. Pada waktu itu Liqueur dan Cognac umum dikonsumsi dengan makanan yang mewah.

Chambord terbuat dari Raspberries, Blackberries, Madagascar Vanilla, kulit jeruk Maroko, madu dan Cognac untuk menciptakan Liqueur Black Raspberry yang alami.

Chambord dibuat di sebuah tempat tradisional Loire Valley Chateau, dengan menggunakan bahan-bahan yang alami. Semua Raspberries dan Blackberries direndam dalam minuman Spirit Perancis selama beberapa minggu untuk mendapatkan infusi yang kaya buah. Proses infusi ini menghasilkan rasa Raspberry yang alami dan aroma yang berbeda.

Setelah infuse diekstraksi, lapisan kedua dari minuman Spirit ditambahkan kedalam buah dan dibiarkan selama beberapa minggu. Setelah infuse kedua ini selesai, sisa buahnya ditekan untuk memperoleh gula alami dan jus buahnya. Spirit buah Infusi dan jus dari hasil penekanan tersebut kemudian digabungkan, dan akhirnya, infuse Berry menyatu dengan campuran Cognac dan ekstrak vanili alami, Black Raspberry, kulit jeruk, masu dan bumbu serta rempah lainnya, Liqueur ini mengandung kadar alcohol sebesar 16.5% ABV.

Chambord dikemas dalam botol yang bulat. Sampai pertengahan 2010, botol plastik dengan huruf emas metalik disekitar tengahnya, digunakan, dan sebuah mahkota di atas tutupnya. Model botol dibuat setelah Globus Cruciger, yang mencerminkan hubungan kerajaan Chambord. Botol itu didesain ulang pada debutnya di pasaran Amerika Serikat pada musim panas 2010, dengan modifikasi pada tutupnya, sabuk dan elemen lain untuk menarik khalayak kontemporer. Desing ulang untuk botol Liquer semakin dilengkapi dengan perluasan produk pertama Chambord dengan rasa Vodka.

Minuman yang umum dibuat dari Chambord diantaranya adalah termasuk Raspberry Margarita, French Manhattan, Butler Miller (Chambord Vodka Gimlet), Kir Imperial, (Chambord and Champagne), Chambord Daiquiri, Chambord Royal Spritzler, Little Purple Man, The Purple Hoter Shooter, Sour Grapes, Black Opal, Peanut Butter and Jelly (Frangelico atau Castries Peanut Cream), Grape Crush, French Martini which started the ‘Cocktail as a Martini’ craze, “The Blood of Christ”.

Sangat direkomendasikan bahwa setelah botol dibuka maka Chambord harus dikonsumsi dalam waktu enam bulan agar rasanya optimal.


Source : 
http://en.wikipedia.org/wiki
Berbagai Sumber

Blue Hawaii


Blue Hawaii adalah Koktail Tropis (tropical Cocktail) yang dibuat dari Rum, jus nanas, Blue Curacao, campuran manis dan asam, dan kadang juga memakai Vodka. Seharusnya tidak bungung dengan nama cocktail yang mirip Blue Hawaii yang mengandung krim kelapa malah terasa campuran anatara manis dan asam dan tidak menggunakan Vodka.

Sejarah Dan Popularitas

Blue Hawaai diciptakan pada tahun 1957 oleh Harry Yee, legenda kepala bartender dari Hilton Hawaiian Village di Waikiki, Hawaii. Ketika itu seorang perwakilan penjualan dari penyulingan Bols Belanda memintanya untuk membuat minuman yang menampilkan warna biru dari Liquer Curacao mereka. Setelah bereksperimen dengan beberapa variasi ia pun menetapkan satu versi yang agak berbeda dari versi yang sekarang dikenal, tetapi dengan penampilan warna warna biru, irisan nanas dan payung koktail (cocktail umbrella).

Nama Blue Hawaii secara tidak langsung berhubungan dengan film Elvis Presley tahun 1961 dengan nama yang sama, dan tampaknya bukan berasal dari judul lagu film itu, sebuah hit yang dibuat oleh Leo Robin untuk Bing Crosby pada tahun 1937 dalam film Waikiki Wedding. Saat itu Yee yang memberi nama minuman itu, sama dengan film dan lagu, banyak minuman Tropis lainnya yang telah ia ciptakan, berserta Tiki Bars seperti Trader Vic, yang telah banyak mempopulerkan budaya Tiki Faux Hawaii, baik itu di Hawaii sendiri ataupun di pulau utama. Era itu segera setelah pra-kenegaraan, saat oleh kebanyakan orang Amerika menganggap Hawaai sebagai taman bermain untuk orang-orang kaya. Pariwisata dan pembangunan sudah dilakukan secara signifikan, tetapi semu berpusat di Waikiki dan sekarang hanya sebagian kecil. Sekitar 100.000 wisatawan per tahun yang mengunjungi Hawaii, bandingkan dengan sekarang yang bisa mencapai 7 juta wisatawan.

Cara Membuat dan Variasi

Blue Hawaii adalah jenis minuman yang disajikan dengan es batu. Seperti kebanyakan minuman tropis, ada banyak variasi dalam pembuatan, penyajian dan bahan-bahannya. Oleh karena itu, sering dicampur (diblender) dengan es, seperti Margarita, untuk disajikan sebagai Frozen Cocktail. Ada banyak variasi dalam penggunaan gelas untuk Blue Hawaii, dimana semakin aneh bentuk gelasnya maka semakin baik : Tiki Mugs, Cocktail Glasses, Parfait Glasses atau carved out kelapa atau nanas.

Menjadikan Liqueur sebagai dasar biasanya menggunakan Rum tetapi bisa juga mengganti dengan sebagian atau seluruhnya dengan Vodka, tergantung dengan selera. Demikian juga, rasa Rum atau Vodka seperti Malibu Rum dapat menggantikan krim kelapa, atau rasa kelapa mungkin bisa hilang sepenuhnya (santan kelapa adalah produk yang sangat berbeda, tidak bisa digunakan). Bahkan terkadang jus nanas dihilangkan demi mengeluarkan campuran rasa asamnya. Satu-satunya yang tetap digunakan, sebenarnya, adalah namanya dan Blue Curacao.

Karena mudah dan murah dalam membuatnya, Blue Hawaii sering kali disajikan sebagai Punch. Blue Hawaii sangat sederhana, satu atau dua botol Light Rum rasa polos, satu botol Blue Curacao, satu kaleng jus nanas, dan es, dicampur bersama dalam sebuah gelas besar. Blue Hawaii bersifat musiman, sering kali dianggap sebagai minuman musim panas atau minuman yang cocok di musim panas. Kadang-kadang, karena mengandung jus nanas yang berwaarna kuning, Blue Hawaii terlihat menjadi berwarna hijau yang indah.


Source : 

Berbagai Sumber

Piña Colada


Pina Colada adalah sejenis Cocktail berbahan dasar Rum manis yang dibuat dari Rum, krim kelapa dan jus nanas, biasanya disajikan dengan cara dikocok atau diaduk dengan es. Pina Colada bisa diberi hiasan dengan irisan buah nanas atau ceri ataupun keduanya. Pina Colada telah menjadi minuman keras resmi Puerto Rico sejak tahun 1978.

Asal

Pina Colada diperkenalkan pada 16 Agustus 1954 di Bar Caribe Hilton's Beachcomber di San Juan, Puerto Rico yang diduga diciptakan oleh Ramon "Monchito" Marrero. Tampaknya, manajemen hotel dengan cepat meminta Monchito untuk membuat minuman jenis baru yang akan memenuhi selera pelanggan. Monchito meneriman tantangan itu, dan setelah secara intens selama tiga bulan, mencampur, mengocok dan bereksperimen, akhirnya Pina Colada pertama pun lahir. Cerita ini lebih masuk akal karena Pina Colada mengandung Krim kelapa sebagai bahan utamanya, dan krim kelapa "Coco Lopez" (yang menjadi pelopor) ditemukan pada tahun 1954 di University of Puerto Rico oleh Ramon Lopez Irizarry. Cerita ini dikonfirmasi oleh Jose L. Diaz De Villegas dalam bukunya "Puerto Rico La Gran Cocina Del Caribe"

Cerita Lainnya

Ceritanya berawal pada tahun 1800-an, Seorang bajak laut Puerto Rico, Roberto Cofresi (alias "El Pirata Cofresi), untuk meningkatkan moral anak buahnya dia memberi mereka minuman beralkohol atau koktail yang mengandung kelapa, nanas, dan rum putih. Yang kemudian dikenal sebagai Pina Colada. Dengan kematiaannya pada tahun 1825, resep Pina Colada pun menghilang.

Barrachina, sebuah restoran di Puerto Rico, juga mengklaim sebagai tempat lahirnya Pina Colada. bahkan restoran itu membuat sebuah tanda peringatan seperti piagam. Cerita menurut versi ini adalah sebagai berikut:

In 1963, on a trip to South America Mr Barrachina met another popular Spaniard and bartender Mr. Ramon Portas Mingot. Don Ramon has worked with the best places in Buenos Aires and associated with 'Papillon' the most luxurious bar in Carcao and was also recognized for his cocktail recipe books. Pepe Barrachina and Don Ramon developed a great relationship. While working as the main bartender at Barrachina (a restaurant in Puerto Rico), Ramon mixed pineapple juice, coconut cream, condensed milk and ice in a blender, creating a delicious and refreshing drink, known today as the Piña Colada.

Refernsi tua yang ada pada New York Times untuk minuman yang disebut Pina Colada yang mengandung Rum, krim kelapa dan jus nanas, muncul pada edisi 16 April 1950, yang menyatakan bahwa:

Drinks in the West Indies range from Martinique's famous rum punch to Cuba's pina [sic] colada (dark rum, pineapple chunks and coconut milk). Key West has a variety of lime swizzles and punches, and Grenadians use nutmeg in their rum drinks.

Referensi awal yang diketahui untuk minuman khusus yang disebut Pina Colada dari majalah Travel muncul pada edisi 1922, yang menyebutkan bahwa:

But best of all is a piña colada, the juice of a perfectly ripe pineapple—a delicious drink in itself—rapidly shaken up with ice, sugar, lime and Bacardi rum in delicate proportions. What could be more luscious, more mellow and more fragrant?

Kutipan diatas menggambarkan minuman tanpa kelapa, Pina Colada yang asli hanya mengandung jus nanas segar yang disajikan dengan disaring (Colada) atau pun tanpa disaring (Sin Solar). Kemudian ini berkembang menjadi minuman dari Rum, yang akhirnya berubah menjadi muniman yang kita kenal sekarang.

Pegawai Hilton kelahiran Barcelona Ricardo Garcia mengklaim telah menemukan minuman itu secara tak sengaja pada tahun 1954. Rumor yang beredar mengatakan bahwa ketika Garcia bekerja di Caribea Hilton di San Juan de Puerto Rico, serikat para pemotong kelapa memutuskan untuk mogok kerja. Hingga saat itu, minuman Puerto Rico yang menjadi pilihan populer adalah Coco-Loco, campuran dari santan, Rum dan krim kelapa yang disajikan di dalam batok kelapa segar. Keika persediaan kelapa terhenti karena mogok kerja yang dilakukan para pekerja, Ricardo Garcia mendapay ide dengan memutuskan memindahkan bahan-bahan dari Coco-Loco kedalam buah nanas (ternyata serikat pemotong nanas tidak ikut mogok kerja seperti yang sedang terjadi di kota mereka). Setelah rasa kelapa dan Rum meresap dengan rasa manis asam dari bubur nanas, maka lahirlah Pina Colada.

Popularitas

Koktail yang terkenal di Puerto Rico sejak tahun 1976 ini, dan menjadi lebih terkenal setelah Rupert Holmes mengeluarkan lagunya yang berjudul "Escape" yang kemudian umun dikenal sebagai "The Pina Colada Song".

Cara Membuat

Ada banyak resep untuk membuat Pina Colada teteapi ada satu resep yang tertulis dalam buku Jose L. Diaz De Villegas yang menjadi resep asli yang dibuat oleh Monchito. Resep itu adalah sebagai berikut:

  • 3 ounces of coconut cream
  • 6 ounces of pineapple juice
  • 1 1/2 of white rum
  • Blender or shaker whit crushed ice until smooth
  • Pour into chilled glass
  • Garnish with pineapple wedge and/or a maraschino cherry.

Variasi

Proporsi yang berbeda juga bisa digunakan. Sebagai contoh, 1 bagian Rum, 1/2 bagian jus nanas, dan krim kelapa. Selain itu juga bisa menggunakan Black Rum.

  • Virgin Pina Colada or piñita colada -- tidak menggunakan Rum.
  • King Henry or Chi Chi -- mengganti Rum dengan Vodka.
  • Miami Vice -- 1/2 strawberry Daiquiri dituangkan diatas Pina Colada (masing-masing dibekukan dan tidak dicampur bersama).

Source : 
http://en.wikipedia.org/wiki
Berbagai Sumber

Parfait d’Amour


Type : Liqueur

Manufacturer : Various

Country of Origin : Netherlands

Introduce : 19th century

Colour : Purple

Parfait d’Amour adalah Liqueur berwarna ungu yang sering digunakan dalam Cocktail dan umum dibuat dari bahan dasar Curacao Liqueur.

Parfait d’Amour tampaknya memiliki berbagai bentuk atau format. House of Lucas Bols di Belanda mengklaim sebagai pemilik asli Liqueur tersebuut. Versi mereka muncul berdasarkan bahan yang digunakan dalam Parfait d’Amour adalah berbasis Curacao yang dibumbui dengan kelopak bunga mawar, vanili dan Almond. Marrie Brizard, sebuah penyulingan berbasis Bordeaux, memiliki produk dengan profil rasa yang sama. Bentuk lain, yang diproduksi oleh DeKuyper, menggunakan Spirit sebagai bahan dasarnya, dan ditambahkan juga dengan lemon, ketumbar dan bunga violet.

Ketersediaan

Parfait d’Amour banyak di produksi dan dijual di Perancis dan Belanda, meskipun sekarang diketahui akan tersedia juga di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Yunani, Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia. Namun di beberapa kota seperti, Atlantic Canada, Quebec, dan Ontario, Parfait d’Amour tidak dapat ditemukan. Meski dibeberapa provinsi di Kanada lainnya memiliki daftar minuman ini, tetapi tidak muda untuk bisa menemukan Parfait d’Amour di Kanada. Selain itu, Parfait d’Amour juga bisa ditemukan di pulai St. Martin.


Source : 
http://en.wikipedia.org/wiki

Irish Coffee


Kopi Irlandia atau Irish coffee adalah minuman koktail yang dibuat dengan mencampurkan wiski Irlandia dengan kopi dan gula serta krim kocok diatasnya. Kopi Irlandia ini pertama kali dibuat oleh Joe Sheridan, seorang bartender di Lapangan Udara Shannon di Iralndia, pada 1940 Ketika itu ia membuat minuman tersebut untuk memikat turis dari Amerika. Yang berjasa dalam membuat kopi Irlandia menjadi populer adalah seorang penulis yang bernama Stanton Delaplane. Ia mencoba minuman ini ketika ia berada di Lapangan Udara Shannon dan karena ia sangat menyukainya maka ia pun meminta resep kepada bartender yang melayaninya. Ketika ia kembali ke San Fransisco, ia memperkenalkan minuman ini kepada sebuah cafe yang bernama Buena Vista. Kopi Irlandia pertama kali dijual di Buena Vista tahun 1952 dan menjadi sangat populer.
Asal-Usul
Asal usul kopi Irlandia masih diperdebatkan. Menurut sumber tertentu kopi Irlandia asli diciptakan oleh Joseph Sheridan, seorang kepala koki di Foynes , County Limerick tetapi berasal dari Castlederg, County Tyrone . Pelabuhan Foynes adalah pendahulu untuk Shannon Bandara Internasional di sebelah barat Irlandia, kopi dibawa setelah sekelompok penumpang Amerika turun dari pesawat Pan Amerika pada malam musim dingin menyedihkan di tahun 1940-an. Sheridan metambahkan wiski ke dalam kopi untuk menghangatkan penumpang. Setelah penumpang bertanya apakah mereka sedang dilayani kopi Brasil, Sheridan mengatakan kepada mereka bahwa itu adalah kopi Irlandia.
Stanton Delaplane, seorang penulis yang melakukan perjalanan ke San Francisco Chronicle, membawa Irish Coffee ke amerika setelah meminumnya di Bandara Shannon, ketika ia bekerja di Beuna Vista Café di San Francisco dan memperkenalkan Irish Coffee pada 10 November 1952 dan bekerja dengan bar milik Jack Koeppler dan George Freeberg untuk menciptakan Metode untuk krim diatas kopi, hingga suatu malam ia hampir pingsan karena mengerjakan contoh minuman Irish Coffee ini. Kelompoknya mencari bantuan dari walikota, George Christopher, yang menyarankan untuk menyimpan terlebih dahulu krim yang akan digunakan setidaknya 48 jam agar krimnya bisa mengapung. Setahun kemudian, setelah Buena Vista diperkenalkan, terhitung 30 juta orang telah meminumnya, Delaplane dan pemiliknya merasa bosan dengan minuman ini. Seorang temannya memberikan komentar bahwa masalah Irish Coffee itu tidak memiliki syarat minuman yang baik, yaitu, Coffee, Cream dan Whiskey. Tom Bergin's Tavern di Los Angeles, juga mengklaim telah menjadi originator dan telah memiliki tanda besar di tempat membaca "House of Irish Coffee" sejak awal 1950-an.
Di Spanyol "Café Irlandés" ("Irish Coffee") kadang-kadang disajikan dengan wiski pada lapisan bawah, lapisan kopi yang terpisah, dan lapisan krim di atas. Perangkat khusus yang dijual untuk membuat Irlandés Café.
Sumber-sumber lain mengklaim bahwa Joe Jackson menyempurnakan resepnya di Jackson Hotel, Ballybofey , Co Donegal .
Pembuatan Irish Coffee
Kopi hitam dituangkan ke dalam cangkir. Whiskey dan setidaknya satu sendok the gula diaduk sampai larut. Penggunaan gula sangat penting untuk membuat krim cairnya mengambang di atas. Krim yang tebal ini tuangkan dengan hati-hati, dengan menggunakan bagian belakang dari sendok, tepat di permukaan kopi dan secara bertahap akan terangkat sedikit demi sedikit. Lapisan krim akan mengambang di atas kopi tanpa bercampur. Kopi diminum melalui lapisan krim. Untuk memastikan percampuran dari bahan-bahan pada Irish Coffee, NSAI, menerbitkan sebuah standar untuk Irish Coffee, I.S.417 Irish Coffee, pada tahun 1988.

Source : 
http://en.wikipedia.org/wiki

Thursday, 12 June 2014

Flaming Volcano


Flaming volcano adalah Cokctail tropis untuk kelompok besar yang biasanya dibuat dengan Rum, Brandy, Jus Nanas, Jus Jeruk dan Sirup orgeat (sirup manis yang terbuat dari almond, gula dan air mawar atau air bunga orange).

Ada banyak variasi dari Cocktail, dan pada abadi ke 21 pembuatan Cocktail lebih tentang estetika tampilan daripada bahan-bahan pembuatnya. Begitu juga dengan Flaming Volcano ini yang biasanya sebagai miuman multi pengguna, disajikan untuk kelompok dalam wadah khusus yang dikenal sebagai Volcano Bowl (Mangkuk Gunung Berapi), yang merupakan mangkuk keramik dekoratif (biasanya dengan kapasitas sekitar 32 ons cairan AS (950 ml)) yang dirancang dengan hub pusat yang naik. Fitur yang menyerupai kerucut gunung berapi. Kerucut termasuk reservoir "kawah" yang sebagian dapat diisi dengan rum atau minuman keras yang mudah terbakar lainnya. Cairan kawah dinyalakan dengan hati-hati saat disajikan, menciptakan suasana vulkanik ringan dengan nyala api biru di tengahnya.

Gunung berapi yang menyala biasanya disajikan kepada sekelompok dua orang atau lebih dengan satu set sedotan yang sangat panjang untuk memfasilitasi kelompok yang nyaman menghirup dari jarak yang nyaman dan untuk keamanan. Kadang-kadang disebut mangkuk kalajengking.


Sejarah dan Popularitas

Konon, Flaming Volcano telah ada di Hawaii antara tahun 1950-an sampai 1960-an. Klaim lainnya datang dari Chilie selama masa Augusto Pinochet. Sejak saat itulah, Flaming Volcano memperoleh popularitas di Amerika Serikat dan seluruh dunia.


Cara Membuat dan Variasi

Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam membuat Flaming Volcano adalah:

  • 1 oz Light Rum
  • 30 ml Brandy
  • 30 ml Rum atau bisa juga menggunakan Bacardi 151)
  • 120 ml Orange juice
  • 60 ml Lemon juice, unsweetened
  • 60 ml Almond flavored syrup.

Campurkan semua bahan dengan dua sendok es yang telah dihancurkan ke dalam blender, campur sebentar, lalu tuangkan ke dalam Volcano Bowl. Tuangkan beberapa Rum ke dalam pusat Volcano Bowl, lalu nyalakan. Untuk hiasannya , irisan jeruk atau nanas dan masukan ke tepi Volcano Bowl; bisa juga menambahkan buah cerry ke dalam minuman utama. Setiap resep harus disesuaikan dengan ukuran wadahnya.

Bahan utama Flaming Volcano biasanya adalah Rum (banyak jenis Rum yang bisa digunakan), biasanya ditambahkan juga Brandy, tetapi Vodka dan bahkan Gin pun dalam beberapa resep dikatakan bisa ditambahkan dalam membuat Flaming Volcano. Minuman keras beraroma Rum seperti Malibu Rum mungkin bisa diganti sesuai selera, Beberapa versi juga ada yang menambahkan Triple Sec pada bagian atasnya.


Source :

https://en.wikipedia.org/

Dari berbagai sumber

Friday, 7 March 2014

Dieu du Ciel Péché Mortel


Péché Mortel yang berarti “Mortal Sin” dibuat oleh rumah distilasi Dieu du Ciel sangat terkenal dengan aroma roasted flavours. Warna hitam dalam bir ini dihasilkan dari biji kopi yang ikut direndam dalam ketel distilasi. Tekstur yang dihasilkan pun begitu dominan dengan rasa yang lebih menggigit dan sangat kuat dengan sensasi rasa kopi. Péché Mortel memang bir yang dibuat untuk menonjolkan eksklusifitas rasa dan para pecinta bir di Kanada tahu betul apa yang menjadi ciri khas bir ini. Dengan kandungan alkohol yang terbilang cukup tinggi, Péché Mortel juga menyimpan perjalanan historis sebagai minuman yang bersejarah. Sejak zaman kekuasaan Tsar di Rusia, bir ini pada waktu itu diekspor dari Inggris ke Rusia. Beberapa fakta menyebutkan, bir ini dibuat khusus untuk Tsar karena menyukai cita rasa bir yang didominasi rasa kopi ini. Bir ini memiliki kadar alkohol sebesar 9.50 %


Source : www.talkmen.com

Mikkeller Beer Geek Brunch Weasel


Dibuat di rumah distilasi Mikkeller di Norwegia, bir ini mencetak label sebagai bir terbaik di Denmark. Ada satu yang unik dalam proses pembuatannya karena biji gandum direndam bersamaan dengan biji salah satu biji kopi termahal di dunia, kopi luwak. Dari teknik menghasilkan biji kopi terbaik itu, rumah distilasi Mikkeller memilih biji-biji kopi yang diambil dari kotoran luwak sesuai dengan cara tradisional yang diadaptasi dari negara-negara di Asia Tenggara. Biji kopi pilihan tadi kemudian direndam dan difermentasi bersamaan dengan gandum dan buah hop hingga menghasilkan resep bir dengan rasa yang luar biasa nikmat. Yang menjadi andalan dari Mikkeller Beer Geek ini tentu saja aroma kopi yang berpadu dengan aroma khas bir dengan tektsur rasa dan aroma yang kuat. Harga Bir ini sekitar $US15.



Source : www.talkmen.com

Bells Hopslam



Bir ini adalah salah satu bir yang paling dicari di Amerika Serikat. Apa kelebihannya? Tentu saja, karena bir yang diproduksi oleh Bells Brewery ini memiliki resep unik dibandingkan bir lainnya. Dalam proses pembuatannya, Bells Hopslam ditambahkan enam jenis buah hop yang berbeda saat dimasukkan ke dalam ketel distilasi. Salah satu jenis buah hop yang dimasukkan adalah jenis Simcoe. Sebab itulah bir ini menghasilkan tekstur buah hop yang begitu terasa di lidah. Bahkan, dalam Ratebeer.com dikatakan “Bell’s Hopslam Ale possesses the most complex hopping schedule in the Bell’s repetoire”. Selain itu, Bells Hopslam juga memiliki sentuhan rasa grapefruit, stone fuit, dan sedikit aroma floral saat disajikan.


Source:
 http://www.talkmen.com

The Westvleteren Brewery XII



The Westvleteren Brewery merupakan rumah distilasi yang telah berdiri sejak 1838 di bawah naungan Trappist Abbey of Saint Sixtus of Westvleteren di Belgia. Para penggemar bir di dunia umumnya mengenal bir ini dengan sebutan Westvleteren, sesuai dengan nama rumah distilasi dan bir yang dihasilkannya. Rumah distilasi Westvleteren dikenal baik dengan reputasinya sebagai penghasil bir yang sangat menjaga kualitas dan tekstur rasa yang khas. Oleh sebab itu, jangan heran jika sulit untuk mencari bir ini karena memang tidak dijual secara luas melainkan hanya dipasarkan dalam jumlah yang sangat sedikit. Bir ini memiliki tekstur rasa yang begitu kuat dari fermentasi buah-buahan pekat. Proses perendaman yang dilakukan secara bertahun-tahun membuat aroma alkohol tergantikan oleh aroma manis dari buah-buahan.

Bir ini hanya tersedia di biara St. Sixtus, Belgia. Bir yang sangat sulit didapatkan ini kini dipasarkan secara terbatas di Amerika Serikat.

Bir Westvleteren XII diproduksi oleh biarawan Trappist di Belgia. Untuk membeli bir ini harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Tapi, jangan banyak berharap karena penjualan bir ini sangat dibatasi. Mereka hanya memproduksi sekitar 3.800 barrel setiap tahunnya sejak tahun 1945.

Karena itu penjualan sampai ke Amerika Serikat sempat mengundang pertanyaan dari masyarakat dunia. Ternyata ini karena biara St. Sixtus butuh renovasi dan kehidupan para 21 biarawan yang tidak memungkinkan untuk menghasilkan uang membuat mereka mengambil keputusan untuk menjual sedikit bir berharga mereka ke negara lain.

Mulai dari hari Rabu (12/12/2012), edisi terbatas bir ini dijual terbatas di beberapa wilayah Amerika Serikat. Bir ini hadir dalam kemasan gift box yang terdiri dari enam bir dengan isi 33cl dan dua gelas spesial. Satu gift box ini dihargai sekitar Rp 819.000.

Kehadiran bir langka di Amerika Serikat ini mengundang respon positif. Beberapa tempat yang menyediakan bir langka tersebut kewalahan dengan banyaknya permintaan yang datang.

Beer Table Pantry adalah salah satu tempat yang menyediakan Westvleteren XII di New York.



Source : 
food.detik.com
http://www.talkmen.com