Showing posts with label Wine. Show all posts
Showing posts with label Wine. Show all posts

Monday, 3 March 2014

Pino de Bali


Jenis      : Alphonse-Lavalleé dan Belgia
Analisis  : 17,5 % alkohol
  • Pembuatan wine
Wine yang dibuat dengan metode “fortified” ini mirip dengan port wine, dan diproduksi dengan menambahkan brandy pada red dan white wine untuk mencegah fermentasi dan menjaga kealamian gula. Wine ini dimatangkan selama 5 tahun di dalam “Solera” yaitu barrel kayu oak Perancis, Amerika dan Hungaria.
  1. Style (Ciri khas)   : Matang dalam barrel kayu oak seilama 5 tahun. Fortified. Solera system.
  2. Warna                 : Merah cerah bernuansa kuning kecoklatan
  3. Aroma                 : Christmas pudding, rempah-rempah, vanilla dan buah aprikot kering.
  • Palate (Rasa)
Manis. Perpaduan antara kacang walnut, buah aprikot kering, coklat dan kopi, serta aroma kayu oak yang kompleks. Rasa manis gurih dengan sedikit asam dan tannin lembut.
  • Saran penyajian
Tipe wine yang stylish dan nikmat ini sangat cocok untuk aperitif atau dinikmati bersama buah segar dan kering. Pino de Bali baik disajikan dingin dan dapat digunakan sebagai base cocktails
  • Penyimpanan dan penyajian
Wine ini telah sepenuhnya berkembang, dapat disimpan pada suhu ruangan tetapi paling baik disajikan pada suhu 8° C.
Tersedia dalam kemasan botol 500 ml. Harga Rp. 270.000.


Source : http://id.wikipedia.org
             http://www.klikgaleri.com/

Aga White


Jenis     : Belgia (Muscat dari jenis Alexandria)
Analisis : 11% alkohol
  • Pembuatan wine
Permintaan atas white wine lokal terkenal ini terus meningkat sejak metode yang digunakan terus berkembang kualitasnya. Teknologi terkini menghasilkan suhu fermentasi lebih dingin, penyaringan yang lebih baik sehingga menjaga kesegaran dan keserasian buah lebih terjaga.
  1. Style   : Medium bodied. Dry. Tanpa oak.
  2. Warna : Warna jerami pucat kehijauan
  3. Aroma : “Muscat” yang lembut dengan aroma buah tropis.
  • Palate (Rasa)
Rasa anggur “muscat” yang dan rasa Citrus diakhiri dengan sedikit asam yang segar.
  • Saran penyajian
Kelezatan white wine lokal yang stylish ini cocok untuk dikonsumsi sendiri atau ketika menikmati masakan laut, daging putih dan makanan berbumbu. Aga White bisa disajikan dingin dan dapat digunakan sebagai base cocktails.
  • Penyimpanan dan Penyajian
Idealnya Aga White disimpan pada suhu 18° C atau kurang. Temperatur lebih tinggi akan mempercepat kematangan usia wine dan memperpendek masa simpan (shelf life). Tidak dibuat untuk penyimpanan yang berkelanjutan.
Disajikan : 5°-8° C
Tersedia dalam kemasan botol 750 ml dan 2 liter Cask. Harga Rp. 330.000.

Source : http://id.wikipedia.org
             http://www.klikgaleri.com/

Tunjung Brut Sparkling


Jenis     : Probolinggo Biru
Analisis : 11,5 % alkohol
  • Pembuatan wine
Permintaan atas wine lokal yang terkenal ini terus meningkat seiring meningkatnya standar pemilihan buah, penambahan sari buah anggur Alphonse, fermentasi lebih dingin dan penyimpanan lebih lama “sur lie” (lebih dari 12 bulan) menghasilkan warna lebih cerah dan aroma buah lebih segar.
  1. Style    : Brut (dry), metode tradisional/champenoise
  2. Warna  : Kuning pucat jerami
  3. Aroma  : Aroma buah jeruk nipis dan leci.
  • Palate (Rasa)
Buah jeruk nipis dan leci segar.
  • Saran penyajian
Sparkling white wine lokal yang stylish dan nikmat ini sangat tepat untuk sebuah perayaan istimewa atau sehari-hari. Tunjung baik disajikan dingin bersama buah Strawberry segar dan dapat digunakan sebagai base cocktails.
  • Penyimpanan dan penyajian
Idealnya Tunjung disimpan pada suhu 18° C atau kurang. Temperatur lebih tinggi akan mempercepat kematangan usia wine dan memperpendek masa simpan (shelf life). Tidak dibuat untuk penyimpanan yang berkelanjutan
Disajikan : 3°-5° C
Tersedia dalam kemasan botol 750 ml. Harga Rp. 255.000


Souce :  http://id.wikipedia.org
http://www.klikgaleri.com/

Jepun Sparkling Rosé





Jenis     : Alphonse-Lavalleé
Analisis : 11,5 % alkohol
  • Pembuatan wine
Permintaan atas wine lokal terkenal ini terus meningkat seiring meningkatnya standar pemilihan buah, metode fermentasi lebih dingin dan penyimpanan lebih lama “sur lie” menghasilkan warna lebih cerah dan aroma buah lebih segar.
Style     : Sec (manis), metode tradisional/ champenoise
Warna   : Warna pink salmon pucat.
Aroma  : Aroma buah strawberry segar yang ringan
  • Palate (Rasa)
Rasa buah strawberry segar yang ringan.
  • Saran penyajian
Wine “pink bubbles” lokal yang stylish dan nikmat ini sangat tepat untuk sebuah perayaan istimewa atau sehari-hari. Jepun baik disajikan dingin bersama buah strawberry segar dan dapat digunakan sebagai base cocktails. Wine ini juga nikmat disajikan dengan kue kecil, pencuci mulut dan makanan ringan.
  • Penyimpanan dan penyajian
Idealnya Jepun disimpan pada suhu 18° C atau kurang. Temperatur lebih tinggi akan mempercepat kematangan usia wine dan memperpendek masa simpan (shelf life). Tidak dibuat untuk penyimpanan yang berkelanjutan.
Disajikan : 3°-5° C
Tersedia dalam kemasan botol 750 ml. Harga Rp. 230.000.


Source : http://id.wikipedia.org   
http://www.klikgaleri.com/ 

Alexandria


Jenis     : Belgia (Muscat dari jenis Alexandria)
Analisis : 10,5 % alkohol
  • Pembuatan wine
Popularitas wine lokal terkenal ini terus meningkat. Wine ini ideal dinikmati konsumen yang masih baru dalam menikmati wine.
  1. Style   : Semi manis. Tanpa oak.
  2. Warna : Warna emas pucat
  3. Aroma : Aoma anggur “Muscat” matang.
  • Palate (Rasa)
Semi manis. Rasa anggur “Muscat” yang lembut.
  • Saran penyajian
White wine lokal yang stylish dan nikmat ini sangat tepat sebagai aperitif dinikmati bersama masakan Bali yang pedas, masakan Indonesia, keju, daging asap. Alexandria bisa disajikan dingin dan dapat digunakan sebagai base cocktails.
  • Penyimpanan dan penyajian
Idealnya Alexandria disimpan pada suhu 18° C atau kurang. Temperatur lebih tinggi akan mempercepat kematangan usia wine dan memperpendek masa simpan (shelf life). Tidak dibuat untuk penyimpanan yang berkelanjutan.
Disajikan : 5°-8° C
Tersedia dalam kemasan botol 750 ml. Harga Rp. 170.000


Source : 
www.klikgaleri.co
http://id.wikipedia.org  

Friday, 28 February 2014

Aga Red


 
Jenis      : Alphonse-Lavalleé
Analisis  : 11,5 % alkohol
  • Pembuatan wine
Popularitas red wine lokal terkenal ini melesat dalam 12 bulan terakhir sejak metode yang digunakan terus ditingkatkan.. Teknologi terkini menghasilkan proses fermentasi yang lebih lama, kadar alkohol lebih tinggi, warna lebih pekat dan rasa lebih kompleks.
  1. Style   : Medium–light bodied. French & American oak matured.
  2. Warna : Warna merah cherry
  3. Aroma : Aroma buah berry tropis
  • Palate (Rasa)
Kombinasi rasa anggur yang lembut dengan tannin yang pekat dan sedikit asam yang segar.
  • Saran penyajian
Kelezatan red wine lokal yang stylish ini cocok dikonsumsi sendiri atau ketika menikmati masakan kari, rending, hidangan daging, atau makanan India. Aga Red bisa disajikan dingin dan dapat digunakan sebagai base cocktails.
  • Penyimpanan dan penyajian
Idealnya Aga Red disimpan pada suhu 18° C atau kurang. Temperatur lebih tinggi akan mempercepat kematangan usia wine dan memperpendek masa simpan wine (shelf life). Akan menjadi lebih lembut dan matang dengan botol yang cukup berumur. Kualitas rasa makin meningkat jika dipindahkan sesaat sebelum disajikan.
Disajikan : 8°-12° C
Tersedia dalam kemasan botol 750 ml dan 2 liter Cask. Harga Sekitar Rp.560.000

Sorce : http://id.wikipedia.org  

Rosé




Jenis      : Alphonse-Lavalleé
Analisa  : 11% alkohol 
  • Pembuatan wine
Rosé adalah produk Hatten Wines paling terkenal dan makin berkualitas seiring meningkatnya standar pemilihan buah, pengawetan yang lebih baik, menjadikan warna wine ini lebih cerah dengan aroma lebih elegan. Hatten Wine Rosé pertama kali dibuat pada tahun 1994, menggunakan anggur Alphonse-Lavalleé asal Prancis yang dikembangkan disana. Anggur ini memiliki aroma buah-buahan tropis dan nuansa bunga.
  1. Style     : Tanpa oak.
  2. Warna   : Warna merah crimson pucat cerah.
  3. Aroma   : Aroma bunga dan buah tropis.
  • Palate (Rasa)
Rasa Strawberry yang elegan dan agak manis serta kesan asam yang ringan di mulut.
  • Saran penyajian
Kelezatan wine lokal yang stylish ini cocok untuk dikonsumsi sendiri atau ketika menikmati masakan Bali dan Indonesia yang pedas. Wine Rosé bisa disajikan dingin dan dapat digunakan sebagai base cocktails.
  • Penyimpanan dan penyajian
Idealnya Rosé disimpan pada suhu 18° C atau kurang. Temperatur lebih tinggi akan mempercepat kematangan usia wine dan memperpendek masa simpan (shelf life). Tidak dibuat untuk penyimpanan yang berkelanjutan.
Penyajian : 8° - 10° C
Tersedia dalam kemasan botol 750 ml dan 2 liter Cask. Harga sekitar Rp. 700.000
  • Penghargaan
  1. Finalis di Challenge Winemaster Portugal
  2. Recommended Medal, Wine & Spirit Asia Wine Challenge

Soure : 
http://id.wikipedia.org 
http://winebali.byethost18.com

Hatten Wines


  • SEJARAH
Meskipun ada anggapan umum bahwa nyaris mustahil menumbuhkan anggur dan memproduksi wine berkualitas di iklim tropis Asia, Hatten Wines berhasil mendirikan perusahaan wine yang sukses dan mendapat perhatian internasional. Pada tahun 1994, Bapak Ida Bagus Rai Budarsa mendirikan Hatten Wines, the first and only true Balinese winery, dan memperkenalkan cita rasa wine Bali ke meja-meja hotel dan restaurant di seluruh Indonesia. Hatten Wines berkomitmen akan kualitas dan rasa standar internasional dan terpilih sebagai Top-10 Fastest Improving Producers in Asia. Perkebunan Hatten Wines terletak sepanjang pantai utara Bali (kabupaten Buleleng) dan menggunakan anggur hitam lokal jenis Alphones-Lavalleé, French table grapes serta anggur putih lokal - Belgia dan Probolinggo Biru. Anggur-anggur ini memungkinkan Hatten Wines berproduksi sepanjang tahun karena tidak ada periode “tidur” di iklim tropis seperti halnya di Eropa. Dengan pengetahuan dan pengalamannya yang mendalam, seorang winemaker Australia turut mengelola pabrik Hatten Wines di Sanur. Kolaborasi solid antara winemaker Australia dengan owner Bali ini melahirkan dua brand wine yang ditangani secara cermat.
  • Milestones
Hatten Wines
1992 : Pak Rai memiliki visi untuk memproduksi wine dengan menggunakan anggur lokal. Berdirilah pabrik wine pertama di Bali dan mengembangkan jenis anggur lokal untuk diproduksi menjadi wine.

1994: Launching wine Rosé vintage yang pertama
2000: Launching Jepun Sparkling Wine
2001: Launching Aga Red
2002 : Launching Aga White
2003 : Launching Tunjung Sparkling Wine / Alexandria / Pino de Bali
2007 : Launching Two Islands -Chardonnay & Shiraz
2009 : Launching Two Islands - Riesling & Cabernet Merlot
2011 : Bapak Gus Rai mendapat penghargaan sebagai Wine Pioneer Award untuk Asia Tenggara.
  • FOUNDER
Ida Bagus Rai Budarsa
Beliau mendapat penghargaan sebagai Wine Pioneer tahun 2011 berkat kesuksesannya memproduksi hal yang tampak mustahil, yaitu wine berkualitas di pulau tropis. Keluarga beliau adalah produsen Dewi Sri, produk brem dan arak terkemuka di Bali, didirikan oleh Ida Bagus Oka Gotama sejak tahun 1968, dimana beliau kemudian memproduksi wine pemenang berbagai penghargaan - Hatten Wines. Visi beliau adalah menjadikan Hatten Wines salah satu produk iconic dari Indonesia yang berasal dari Bali.
  • WINEMAKER
James Kalleske
Meski baru saja bergabung dengan PT Arpan Bali sebagai winemaker, James Kalleske bukanlah orang baru dalam dunia wine. Dia lahir dan besar di Barossa Valley, daerah penghasil wine terkemuka di Australia, James telah mempelajari pembuatan wine sejak usia 17 tahun. James meraih gelar sarjana Science jurusan Oenology and Viticulture dari Univeritas Curtin, Australia dan menerima Dean’s Award sebagai ‘most outstanding student’ pada tahun terakhirnya. Berkat hasratnya dalam membuat wine, James berhasil membuat dua wine vintage pertamanya di perusahaan wine Grant Burge, Barossa Valley.
James menerima penghargaan ‘5 Star Halliday Winery Ratings’ ketika bekerja untuk Rockfield Estate Wines dan Thompson Estate Wines di Margaret River, Australia. Berkat kecintaannya terhadap wine, dia juga mendapat kehormatan bekerja bersama dibawah bimbingan para winemaker terbaik Australia: Bob Cartwright, Cliff Royle, Vanya Cullen dan Virginia Wilcock, dan dianugerahi gelar 5th Generation Winemaker Alphonse Mellot dari Perancis. Pada bulan Juni tahun 2012, James dan keluarga kecilnya pindah ke Bali dan bergabung dengan wine pemenang penghargaan-Hatten Wines.
  • PENGHARGAAN
2012 SILVER MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2012, Singapura
2012 BRONZE MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2012, Singapura
2011 SILVER MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2011, Singapura
2003 BRONZE MEDAL, Wine & Spirits Asia Competition, London, Inggris
2012 RECOMMENDED MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2012, Singapura
2012 RECOMMENDED MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2012, Singapura
2012 RECOMMENDED MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2012, Singapura
2011 BRONZE MEDAL, Wine Style Asia 2011, Singapura
2011 BRONZE MEDAL, Wine & Spirits Asia Wine Challenge 2012, Singapura
2011 BRONZE MEDAL, Wine Style Asia Award 2011 Singapura.
  •  PRODUK
Berikut adalah produk yang dihasilkan oleh Hatten Wines :
  1. ROSÉ
  2. AGA RED
  3. AGA WHITE
  4. ALEXANDRIA
  5. JEPUN SPARKLING ROSÉ
  6. TUNJUNG BRUT SPARKLING
  7. PINO de BALI      
Source : http://id.wikipedia.org 

Wednesday, 7 July 2010

Sherry


Sherry adalah anggur fortifikasi yang terbuat dari anggur putih yang tumbuh di dekat kota Jerez, Spanyol. Kata Sherry merupakan anglicization dari kata Jerez. Dimasa sebelumnya, Sherry dikenal sebagai Sack (dari Saca, Spanyol, yang berarti sebuah penghapusan dari Solera). Nama Persia kota ini pada periode Rustamid adalah Xerex (Shariz dalam bhas Persia) dan dari nama ini diperoleh nama Sherry dan Jerez. Ini disebabkan karena pendiri kerajaan tersebut adalah Rustam Shirzai (yang berarti berasal dari kota Shiraz) ingin memproduksi sejenis anggur yang mirip dengan anggur Shiraz yang terkenal di Iran (Persia).

Para produsen Spanyol telah mendaftarkan nama Jerez/Xerez/Sherry dan akan menuntut produsen anggur sejenis dari tempat-tempat lain yang menggunakan nama yang sama. Sesuai hukum, Sherry harus berasal dari daerah segitiga provinsi Cadiz antara Jerez, Sanlucar de Barrameda dan El Puerto de Santa Maria. Namun, nama Sherry digunakan sebagai nama semigenerik di Amerika Serikat. Di negara ini, Sherry harus diberi label dengan nama wilayah asalnya seperti Sherry Amerika atau Sherry California.

Setelah fermentasi selesai, Sherry diperkaya dengan Brandy. Karena terjadi setelah fermentasi, kebanyakan Sherry awalnya kering dengan ditambah gula kemudian. Sebaliknya, anggur port adalah setengah diperkaya melalui fermentasi yang berhenti proses, sehingga tidak semua gula menjadi alkohol.

Sherry diproduksi dalam berbagai gaya, mulai dari kering, versi ringan seperti Finos, dan versi berat, lebih dikenal sebagai Olorosos, semua terbuat dari Anggur Palomino. Anggur manis pencuci mulut juga dibuat di Pedro Ximenez atau Moscatel. Sherry dianggap oleh banyak penulis anggur sebagai kurang dihargai dan harta karun anggur yang diabaikan.


Sejarah

Christopher Columbus membawa Sherry dalam pelayarannya ke Amerika Serikat, Sementara Fernando Magalhaens menghabiskan lebih banyak uang untuk Sherry daripada untuk Senjata, ketika ia mempersiapkan pelayarannya berkeliling dunia tahun 1519.

Sebagai Anggur yang diperkuat, Sherry lebih dipersiapkan untuk bertahan dalam pelayaran laut ke Britania dan harganya sangat mahal. Tokoh Shakerspears Falstaff adalah seorang penggemar berat minuman ini dan ia mengatakan, "kalau aku punya seribua anak laki-laki, prinsip kemanusiaan yang pertama akan kuajarkan kepada mereka adalah menghindari minuman yang terlalu ringan dan mencandui Sack (Sherry)."
Karena Sherry merupakan ekspor anggur yang besar ke Britania Raya, banyak perushaan dan gaya Inggris yang berkembang. Banyak gudang Jerez didirikan oleh keluarga Inggris.

Jerez telah menjadi pusat pemeliharaan tanaman anggur sejak pembuatan anggur diperkenalkan ke Spanyol oleh Fenisia pada tahun 1100 SM. Praktek ini dijalankan oleh Roma ketika mereka mengambil alih Iberia sekitar tahun 200 SM. The Moor menaklukan wilayang di AD 711 dan memperkenalkan menyuling yang menyebabkan Brndy dan anggur yang diperkaya.

Meskipun minuman alkohol dilarang dalam Alquran, namun produksi anggur berlanjut melalui lima abad pada kekuasaan Islam. Dalam 966 Khalifah Cardoba, Al-Hakam II memerintahkan penghancurn kebun-kebun anggur. Tetapi penduduk Jerez naik banding atas dasar bahwa kebun-kebun anggur juga diproduksi menjadi kismis untuk memberi makan prajurit kekaisaran. Akhirnya, dua pertiga kebun anggur terselamatkan.

Anggur Shery mnejadi sangat populer di Britania raya, khususnya setelah Francis Drake dipecat Cadiz pada tahun 1587. Pada awaktu itu, Cadiz adalah salah satu pelabuhan laut yang paling di Spanyol dan Spanyol sedang mempersiapkan armada yang ada untuk menyerang Inggris. Diantara barang rampasan, Drake kembali dengan membawa 2900 barel Sherry dan anak buahnya sudah menunggu di pantai untuk dimuat menggunakan kapal Spanyol.

Pada tahun 1894, daerah Jerez dihancurkan oleh Phylloxera. Sedangkan kebun-kebun anggur yang lebih besar direboisasi dengan tanaman merambat. Dan produsen-produsen kecil yang tidak mampu melawan infestasi meninggalkan kebun-kebun anggur mereka.


Source :
https://id.wikipedia.org/
Dari berbagai sumber

Tuesday, 29 June 2010

Chianti


Chianti adalah minuman anggur merah terkenal asal Chianti di daerah Toscana, Italia. Anggur Chianti mudah dikenali dari kemasan botol yang disebut Fiasco, berupa botol pendek yang dibungkus keranjang anyaman. Sekarang ini Anggur Chianti semakin banyak dikemas dalam botol anggur biasa dan kemasan Fiasco hanya digunakan oleh beberapa produsen. Anggur Chianti umunya tidak mahal, walaupun ada juga Chianti kelas atas yang dijual dengan harga lebih mahal.


Sejarah

Istilah Chianti pertama kali digunakan di tahun 1716 untuk menyebut wilayah perkebunan anggur yang ada di dekat desa-desa seperti Gaiole in Chianti, Cstellina in Chianti, dan Radda in Chianti. Desa-desa ini nantinya dinamakan Lega del Chianti dan kemudian disebut Provincia del Chianti (Provinsi Chianti).

Di tahun 1932, peta wilayah Chianti diperbesar dan wilayah Chianti yang baru mencakup wilayah yang sangat besar dan dibagi menjadi 7 subwilayah, yaitu Classico, Colli Aretini, Colli Fiorentini, Colline Pisane, Colli Senesi, Montalbano, dan Rufina. Bekas wilyah Chianti yang dulu sekarang hanya merupakan bagian dari daerah Classico.



Source : 
https://id.wikipedia.org/
Gambar : dari berbagai sumber

Vermouth


Vermouth adalah anggur fortifikasi yang ditambah berbagai jenis rempa-rempah yang rasanya pahit, seperti Artemisia Absinthium, Adas Manis, Kina, Kayu Manis, Biji Ketumbar, Cengkeh, Quassia, Kulit Jeruk Pahit, dan sebagainya. Setelah melalui tahap-tahap pemrosesan seperti disimpan dan disaring, hasilnya adalah anggur Vermouth berwarna putih (bening). Asal usul nama Vermouth adalah Wermut, bahasa Jerman untuk nama tanaman semak Artemisia Absinthium.

Vermouth biasa dipakai untuk campuran koktail atau diminum sebagai aperitif. Cinzano, Martini & Rossi, dan Noilly Prat adalah beberapa merek Vermouth yang utama.

Vermouth terdiri dari dua jenis, yaitu Vermouth Italia (Vermouth manis atau Vermouth merah) dan Vermouth Perancis (Dry Vermouth atau Vermouth putih). Vermouth Italia berwarna kemerah-merahan. Sedangkan Vermouth Perancis agak kekuning-kuningan. Pada umumnya, Vermouth Italia mengandung kadar alkohol sekitar 16-18% dengan kadar gula 4-16%. Sementara itu, Vermouth Perancis mengandung kadar alkohol 18% dengan kadar gula 4%.


Sejarah

Rempah yang paling penting untuk membuat Vermouth adalah semak Artemisia Absinthium yang tumbuh tahunan di Eropa dan Asia. Daun tanaman ini direndam di dalam anggur dan Hippokrates pada tahun 500 SM menganjurkannya sebagai obat Reumatisme dan sakit kuning. Pada abad Renaisans, di Inggris Vermouth dijual di apotek sebagai obat.

Produsen Vermouth yang utama adalah kawasan Piemonte di Italia. Penduduk disana sudah membuat Vermouth sejak abad ke-17. Pada tahun 1786, Antonio Benedetto Carpano mulai memasarkan anggur beraroma rempah (Vermouth) yang diproduksinya di Torino.

Produsedn Vermouth teerbesar di dunia adalah Martini & Rossi asal Torino. Martini & Rossi mulai berproduksi sejak tahun 1863. Sementara Cinzano mulai berproduksi tahun 1816.

Pada awalnya, Vermouth dibuat dari anggur merah, tetapi sejak sekitar tahun 1800, pembuat anggur di wilyah Marseille mulai membuat Vermouth putih dari anggur putih. Pada tahun 1813, ahli rempah-rempah bernama Joseph Noilly mulai membuat dry Vermouth atau Vermouth Perancis. Pada tahun 1855, anak Joseph Noilly yang bernama Claudius Prat memproduksi merek Noilly Prat.


Koktail dari Vermouth, diantaranya:

Bronx : Gin, Dry Vermouth, Vermouth Manis dan Sari Buah Jeruk.
Martini : Gin dan Dry Vermouth
Manhattan : Wiski gandum hitam, Wiski Kanada, Sweet Vermouth, dan Angostura Bitter.
Rob Roy : Wiski Scotlandia dan Vermouth Manis.
Vesper Martini : Gin, Vodka dan Anggur Lillet Blanc.


Source : Dari berbagai sumber