Rabu, 07 Juli 2010

Arak Atau Tuak

Arak atau Tuak adalah sejenis minuman beralkohol yang merupakan hasil fermentasi dari bahan minuman atau buah yang mengandung gula. Bahan baku yang biasa dipakai adalah beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti Nira kelapa atau Aren, Legen dari pohon Siwalan atau Tal dan sumber lainnya.

Kadar alkohol yang terkandung berbeda-beda tergantung daerah pembuatnya. Arak yang dibuat di Pulau Bali yang dikenal juga dengan nama Brem Bali, memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi. Beberapa tempat di Pulau Madura, dahulu dikenal sebagai penghasil Tuak. Namun orang Madura tidak mempunyai kebiasaan minum yang kuat. Saat ini, dapat dikatakan sangat sadikit orang Madura yang minum Tuak atau Arak.

Masyarakat Tapanuli (Sumatera Utara), khususnya masyarakat beretnis Batak, menganggap bahwa Tuak berkhasiat menyehatkan badan karena mengandung efek hangat bagi tubuh.

Sake

Sake adalah sebuah minuman beralkohol dari Jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sering juga disebut dengan istilah anggur beras. Penjabaran tertulis tentang proses pembuatan Sake tercantum dalam buku pertama sekitar tahun 700 Masehi. Di Jepang, kata Sake berarti minuman beralkohol. Di beberapa wilayah regional dapat memiliki arti yang lain. Di Kyushu Selatan, Sake berarti minuman yang disuling. Di Okinawa, Sake merujuk ke Shochu yang terbuat dari tebu. Sake memiliki aroma yang mirip tape beras.

Sake sering dikonsumsi sebagai bagian dari ritual pemurnian Shinto. Selama Perang Dunia II, pilot Kamikaze meminum Sake sebelum menjalankan misi mereka. Dalam sebuah upacara yang disebut Kagami Biraki, tong kayu Sake dibuka dengan palu selama festival Shinto, Pernikahan, pembukaan toko, olahraga dan kemenangan pemilu dan perayaan lainnya. Sake ini, yang disebut Zake-Iwai (Sake perayaan), diberikan secara gratis kepada semua orang untuk menyebarkan nasib baik.

Pada tahun baru, banyak orang Jepang meminum Sake khusus yang disebut Toso. Toso adalah semacam Iwai-Zake yang dibuat dengan merendam Tososan, sebuah obat bubuk Cina, selama semalam di dalam Sake. Bahkan anak-anak ikut mendapat porsi. Di beberapa daerah, urutan meminum Toso dimulai dari orang yang paling muda ke orang yang paling tua.

Sake juga diproduksi di negara Cina dan Korea, tetapi hasil akhirnya sering berbeda. Perbedaan utamanya adalah pada pemanfaatan jenis Kapang (Koji) yang digunakan untuk memcahkan Pati. Koji Jepang terdiri dari kapang yang ditumnuhkan pada beras yang telah dikukus atau pada tepung terigu. Bila digunakan terigu, biasanya tidak dilakukan proses pengukusn. Pada Koji Cina, kapang yang ditumbuhkan adalah Phycomycetes, sedangkan kapang yang digunakan pada pembuatan koji Jepang adalah Ascomycetes, seperti Aspergillus Oryzae, Aspergillus Awamori dan Aspergillus Sojae.

Jenis-Jenis Sake

Dikenal beberapa jenis Sake yang digolongkan berdasarkan penambahan alkohol, aroma, harga, kualitas dan kompleksitasnya, yaitu:

1. Sake yang ditambah alkohol
  • Daiginjoshu
  • Ginjoshu
  • Honjozoshu

2. Sake yang tidak ditambah alkohol
  • Junmai Daiginjoshu
  • Junmai Ginjoshu
  • Junmaishu

Adapula Futsuushu yang merupakan Sake biasa dan murah yang tidak dimasukkan ke dalam penggolongan Sake. Produksi jenis Sake ini telah mencapai 80% dari totdal produksi Sake. Akhiran -shu disini berarti Sake. Terkadang nama jenis-jenis Sake disebut tanpa akhiran -shu.

Cara Membuat Sake Jepang

Sake Jepang diproduksi melalui tiga tahap fermentasi yang melibatkan Koji dari beras yang telah ditumbuhi Cendawan, yaitu suatu adonan bibit awal dilanjutkan proses sterilisasi pada suhu rendah. Penggunaan jenis bibit awal tersebut sangat penting karena dapat memberikan kesempatan terjadinya fermentasi secara serentak, baik dalam masa Moromi atau masa utama. Ketiga tahap tersebut adalah:

  • Pembuatan Koji
  • Pembuatan Massa Moto
  • Pembuatan Massa Moromi

Mojito

Mojito adalah minuan keras khas Kuba. Mojito biasanya dibuat dari lima bahan : Rum putih, gula (biasanya gula tebu), Limun, air soda, dan daun mint. Kombinasi antara rasa manis , Limun yang segar dan Mint dimaksudkan untuk menutupi rasa Rum yang efeknya keras. Dengan begitu, minuman ini sangat populer sebagai minuman musim panas di dunia Barat.

Dalam membuat Mojito, air perasan limun ditambahkan pada gula dan daun mint. Campuran ini lalu dilumatkan secara halus dengan sebuah alat pelumat. Daun mint hanya dimemarkan sedikit untuk mengeluarkan minyaknya dan tidak boleh diiris kecil-kecil. Lalu Rum ditambahkan dan minuman ini diaduk sedikit untuk melarutkan gula dan mengangkat potongan daun mint dari gelas supaya lebih asri. Kemudian minuman ini ditambahkan es batu dan air soda. Daun mint dan sepotong Limau dipakai untuk menghias gelasnya.

Mojito bisa beraneka ragam rasanya, semula Mojito adalah obat malaria yang biasa digunakan masyarakat Afrika pada jaman dahulu. Kata Mojito sendiri berasal dari kata Mojo yang berarti Spell atau jampi-jampi. Mojito termasuk minuman klasik yang saat ini sering ditambah-tambahkan dengan bahan-bahan seprti Bacardi , sehingga menjadi minuman yang berbeda dari sebelumnya.

Macam-Macam Mojito

Bahan yang digunakan untuk membuat Mojito berbeda, sehingga namanya pun berbeda, maka Mojito dibedakan menjadi:

  • Original Mojito adalah Mojito yang pertama kali dibuat dan merupakan perpaduan dari 5 bahan, yaitu Bacardi, Soda, Mint Leaves, Lime dan Sugar.
  • Cojito adalah jenis Miojito yang menggunakan 4 bahan dan 2 kandungan yang berbeda, yaitu Havana Club, Malibu, Lime dan Sugar.
  • Kafir Lime Mojito adalah jenis Mojito dengan banyak kandungan, yaitu Bacardi, Havana Club, Kafir Lime Leaf, Kafir Lime, Mint Leaves, Sugar, Soda. Kafir Lime dikenal sebagai Jeruk Nipis.
  • Havana Rose adalah jenis Mojito dengan perpaduan Orange Juice, Vanilla Syrup, Bacardi Gold, Rosemar, dan Sugar Cane.
  • Mojito Cava Lounge
  • Virgin Mojito
  • Mandarin Mojito
  • Mojito Ice Tea
  • Cucumber Mojito

Midori

Midori adalah minuman alkohol yang dibuat oleh Suntory. Pada awalnya dibuat di Jepang sampai tahun 1987, namun kemudian diproduksi di Meksiko. Pertama kali diluncurkan pada tahun 1978 di pesta peluncuran yang diselenggarakan di Studio 54 yang terkenal di New York.


Midori biasanya memiliki kadar alkohol 20-21%. Namanya berasal dari bahasa Jepang, Midori, yang berarti hijau. Karena rasanya yang manis, membuat minuman Midori jarang diminum langsung. Pada umunya, minuman ini digunakan sebagai minuman campuran dalam Cocktail. Midori biasanya digunakan sebagai bahan campurn bnyak minuman, seperti dengan Limau, Jus Lemon Segar, Jus Jeruk Nipis, Jus Nanas ataupun Jus Jeruk. Sour sering digunakan sebagai penyeimbang rasa manisnya.

Singapore Sling

Singapore Sling adalah Cocktail yang dikembangkan oleh Ngiam Tong Boon, seorang bartender yang bekerja di Long Bar di Hotel Raffles Singapura sebelum tahun 1915. Resep ini diterbitkan di artikel tentang Hotel Raffles sebelum tahun 1970-an secara signifikan berbeda dengan resep saat ini. Dan Singapore Sling yang disediakan ditempat lain di Singapura berbeda dengan resep yang digunakan di Hotel Raffles.

Pada Resep asli menggunakan Gin, Cherry Heering, Benedictin dan yang paling penting jus nanas segar, terutama nanas asal Serawak yang meningkatkan rasa nanas dan menciptakan atasnya menjadi berbusa. Kebanyakan resep yang digunakan saat ini adalah menggunakan jus nanas segar botol, dan air soda ditambahkan agar berbusa. Untuk mengenang mantan bartender hotel ini yang menciptakan Resep Singapore Sling, maka dibuatlah catatan tertulis yang menyatakan bahwa merekalah yang menemukan resep asli minuman ini. Salah satu resep tertulis itu masih dipajang di Museum Hotel Raffles.

Resep Singapore Sling yang digunakan Hotel Raffles saat ini adalah versi yang sudah diubah dari aslinya. Kemungkinan besar dirubah pada tahun 1970-an oleh keponakan Ngiam Tong Boon. Saat ini, kebanyakanSingapore Sling yang disajikan di Hotel Raffles telah pra campuran dan menggunakan shaker otomatis untuk mencampur kedua alkohol dan volume jus nanas telah ditetapkan. Mereka mengocok campuran itu bukan lagi untuk menciptakan busa tetapi untuk menghemat waktu karena banyaknya pesanan. Namun masih mungkin untuk meminta versi shake dari bartender.

Tonic and Tequila (TT)

Tonic and Tequila (TT) adalah minuman alkohol dari Stockholm, yang paling sering ditemukan di bagian utara Stockholm dan pinggir kota Vasterort. TT adalah kependekan dari Tonic and Tequila, bahan dan rasanya mirip dengan Tequila biasa. Minuman ini kadang disebut TNT, itu adalah kesalahpahaman dari nama aslinya. Hal ini terjadi paling sering di Inggris dimana nama TT tidak begitu dikenal.

Bahan untuk membuat Tonic and Tequila adalah:
  • Tequila 6 cl ( a hunch of Tequila)
  • Tonic 12 cl (two hunches, often filling up the rest of the glass)
  • 2 Lime wedges
  • Es, depending on the temperature of the drink

Es yang digunakan tergantung pada keinginan, tetapi biasanya digunakan 4-5 buah es batu untuk minum normal, 6-7 untuk yang sangat dingin, dan 1-2 untuk minum panas. Untuk menambah rasa, tambahkan 1-2 potongan jeruk nipis, meskipun dengan begitu mungkin akan memiliki efek yang tidak lagi membuat seperti TT.

Tonic and Tequila diciptakan melalui percobaan yang dilakukan oleh Brandon dan Ben. Ketika mereka kehabisan Gin untuk membuat Gin dan Tonic dan hanya memiliki Tequila, sehingga mereka pun memutuskan untuk membuat minuman baru. Maka terciptalah Tonic and Tequila



Tequila Sunrise

Tequila Sunrise adalah Cockltail yang dibuat dengan dua cara yang berbeda. Resep aslinya adalah campuran antara Tequila, Creme de Cassis, air jeruk nipis dan air soda. Sedangkan resep yang lebih populernya adalah campuran Tequila jeus jeruk, dan sirup Grenadine. Tequila Aunrise pertama kali disajikan di Arizona Biltmore Hotel. Cocktail ini dinamai Tequila Sunrise karena bahan padat (Cassis atau Grenadine) yang mengendap di dalam gelas mencipakan gradasi warna yang menyerupai matahari terbit (Sunrise).


Variasi
  • Aperol Sunrise -- mencampurkan Liqueur jeruk Aperol sebagai pengganti Grenadine atau Creme de Cassis.
  • Tequila Sunrise -- mencampur Brandy Blackberry sebagai pengganti Grenadine.
  • Carribean Sunrise -- menggunakan Rum, bukan Tequila.
  • Vodka (or Russian) Sunrise -- menggunakan Vodka, bukan Tequila.
  • Southern Sunrise -- menggunakan Southern Comfort, bukan Tequila.
  • Astronout Sunrise -- menggunakan Tang (orange-flavored drink) bukan Jus Jeruk.
  • Diet Version -- menggunakan jus Cranberry, bukan Grenadine.
  • Amaretto Sunrise -- menggunakan Saronno Di Amaretto, bukan Tequila.
  • Florida Sunrise -- menggunakan takaran yang sama antara jus nanas dengan jus jeruk.
  • Red Sea Sunrise -- versi non-alkohol yang menggunakan limun, bukan Tequila.

Long Island Ice Tea

Long Island Ice Tea adalah Whisky yang dibuat dengan campuran Vodka, Tequila, Gin, dan Rum. Sebuah versi populer menyebutkan campurannya adalah Vodka, Gin, Tequila, Rum dan Triplesec dengan satu setengah campuran asam dan Cola. Kebanyakan varian menggunakan bagian yang sama dari minuman utama tetapi mencakup jumlah yang lebih kecil.

Meski namanya mengandung unsur teh (Tea) namun sebenarnya jarang sekali yang mencampurkan teh untuk membuat minuman ini. Beberapa restoran mengganti Brandy untuk Tequila.

Di luar Amerika Serikat, Whisky ini sering berubah karena tidak populer. Long Island Ice yang disajikan diluar Amerika Serikat sering dibuat dari minuman keras dan Cola saja tanpa campuran asam, dan ditambah air jeruk nipis atau jus lemon. Di Inggris, pahit Angostura menggantikan campuran asam di Cocktail ini. The Peach Long Island adalah varian Long Island tradisional dengan tidak menggunakan Tequila untuk Schnapps Persik. Jersey Tea adalah varian serupa dari Long Island dengan mengganti Cola dengan Jaegermeister

Long Island Ice Tea pertama kali disajikan pada pertengahan 1970-an oleh Robert (Rosebud) Butts, seorang bartender di Oak Beach Inn di kota Babel, Long Island, New York.

Selasa, 06 Juli 2010

Martini

Martini adalah minuman Cocktail yang dibuat dari campuran Gin dengan Vermouth yang tidak manis (Dry) lalu dihiasi dengan buah Zaitun. Martini pertama kali dibuat sekitar tahun 1862 dan ketika itu minuman ini dikenal dengan nama Martinez. Saat itu, Martinez dibuat dengan mencampurkan 4 bagian Vermouth merah yang manis dengan 1 bagian Gin, lalu dihiasi dengan buah ceri. Minuman tersebut pun berkembang dan Vermouth merah manis kemudian digantikan dengan Vermouth putih yang tidak manis. Perbandingan Vermouth dengan Gin yang tadinya 4:1 menjadi 1:1 dan hiasannya pun diganti dari buah ceri menjadi buah Zaitun. Martini modern telah berkembang dan memiliki beberapa variasi, diantaranya Vodka Martini yang mengganti Gin dengan Vodka dan Dessert Martini yang tidak menggunakan Vermouth.

Selama bertahun-tahun Martini telah menjadi salah satu minuman beralkohol campuran yang paling terkenal. Martini dari enam minuman dasar yang tercantum dalam David A. Embury's klasik, The Art Fine dari mencampur minuman, bersama dengan banyak Cocktail favorit lainnya.

Meskipun banyak variasi, dalam praktik modern standar Martini adalah campuran gin dan Dry Vermouth dalam rasio 1:4. Martini & Rossi diciptakan Martini Rosso, Dry Vermouth pada tahun 1863. Ketika minum di AS, bartender mungkin memiliki beberapa Gin dicampur dengan merek Vermouth Martini dan kemudian disebut Martini. Jika hal ini terjadi, nama dan tempatnya memang tidak diketahui, tetapi kesamaan nama Vermouth Martini dan Cocktail Amerika jelas. Keberadaan Vermouth Martini yang mendapatkan namanya dari sebuah keluarga Italia menunjukan bahwa Cocktail Martini di mulai di Amerika Serikat setelah Martini dan Vermouth Rossi diimpor ke Amerika pada abad ke-19.

Teori lain (Gasnier, 2007) menyatakan banyak ahli percaya bahwa asal usul Martini adalah di Hotel Knickerbocker, New York pada tahun 1911. Bartender yang mencipatakan nama itu bernama Martini.

W.Somerset Maugham menyatakan bahwa, "Martini harus di aduk tidak dikocok, sehingga molekul diatasnya berbaur sensual satu diatas yang lain." Penelitian medis terbaru menunjukan bahwa Martini dikocok memiliki antioksida lebih tinggi sedikit daripada yang diaduk. Beberapa referensi juga menyebutkan perbedaan klasik dasar resep minuman. Sementara yang modern menggunakan sedikit Vermouth Martini sangat erat kaitannya dengan Gin atau Vodka.


Variasi Martini

Dash of Bitter, 2 dashes maraschino liqueur, 1 pony Old Tom Gin, 1 Wine glass Vemouth, 1/4 slice lemon. Campur semua bahan, kecuali lemon, dalam shaker dengan es, kemudian saring ke dalam gelas Cocktail dingin.

Meskipun Dana Charles Gibson, sering dikatakan sebagai pencipta Martini Gibson (dimana bawang acar berfungsi sebagai hiasan), rinciannya masih diperdebatkan dan masih banyak cerita-cerita lain. Dalam satu cerita, Gibson menantang Charley Connolly, bartender dari Club Player di New York City, untuk meningkatkan atas resep Martini,jadi Connolly hanya mengganti bawang merah untuk zaitun. Cerita lain menlibatkan Gibson yang berbeda, yakni seorang diplomat Amerika yang bertugas di Eropa. Meskipun ia adalah orang yang tidak suka minum minuman keras, namun dia sering harus menghadiri acara dimana Cocktail disajikan. Untuk menghindari situasi canggung, Gibson meminta stafnya untuk mengisi gelas Martini dengan air dingin dan hiasan dengan sebuah bawang kecil, sehingga ia bisa memilihnya diantara minuman Gin. Sebuah cerita serupa juga beredar, yakni seorang konsulat bankir investasi cerdas bernama Gibson, yng kan membawa klien keluar untuk makan siang. Dia dikatakan memiliki bartender yang disuruhnya untuk menyajikannya air dingin, hal itu memungkinkan dia untuk tetap sadar sementara kliennya menjadi mabuk. Hiasan bawang digunakan untuk membedakan dengan minuman beralkohol.

Bacardi

Bacardi adalah Cocktail resmi yang dibuat dengan bahan utamanya adalah Rum Bacardi, yang biasanya disajikan sebelum makan malam. The Bacardi Cocktail awalnya sama dengan Daiquiri, mengandung Rum, air jeruk nipis da gula. Menurut Versi Grenadine, Bacardi Cocktail dimulai di Amerika Serikat, sedangkan non merah resep asli Bacardi berasal dari Kuba.


Resep Untuk Campuran Minuman oleh Hugo Ansslin, 1917

Bacardi Cocktil

  • 1 drink Bacardi Rum
  • Juice of 1/2 lime juice
  • 2 dashes Gum Syrup

Shake well in a mixing glass with cracked ice, strain and serve.

Gin and Tonic

Gin and Tonic adalah Cocktail Whisky yanng dibuat dari Gin dan air Tonic yang dituangkan di atas es. Biasanya dihiasi dengan irisan atau seiris jeruk nipis atau lemon. Jumlah Gin bervariasi sesuai selera, biasanya dari 25-50%.

Sejarah Gin and Tonic diperkenalkan oleh tentara Inggris di India. Air Tonic mengandung Kina, yang digunakan untuk mencegah malaria. Karena di abad ke-18 air Tonic dikonsumsi untuk mencega malaria, dan rasanya sangat pahit, maka Gin ditambahkan untuk membuatnya menjadi lebih enak. Rasa pahit Kina melengkapi Gin hijau (dicampur Juniper) sebanyak Vermouth melengkapi Gin pada Classic Martini. Sekarang ini air Tonic yang dijual di pasaran mengandung sedikit kina sehingga rasany kurang pahit bahkan kadang-kadang manis.

Meskipun saat ini air Tonic kurang digunakan lagi dalam bidang medis, namun Gin dan Tonic tetap menjadi minuman yang populer. Karena hubungannya dengan iklim hangat dan efeknya yang menyegarkan, Cocktail ini sangat populer selama bulan-bulan hangat.

Pisco Sour

Pisco Sour adalah Cocktail berisi Pisco, lemon atau jus jeruk nipis, putih telur , sirup dan regional pahit (seperti pahit Amargo, meskipun pahit Angostura bisa digunakan jika pahit tidak tersedia).

Asal Pisco Sour masih diperdebatkan. Kedua negara Chili dan Peru mengklaim minuman itu. Di kedua negara, lemon yang digunakan adalah apa yang di Amerika Utara disebut Persia kapur, tetapi di Peru hanya disebut Lemon. Di Amerika Serikat, minuman ini biasanya dibuat dengan lemon yang umumnya tersedia seperti Lemon Lisbon atau Eureka. Dengan peningkatan ketersediaan Pisco di luar Amerika, Pisco Sour, seperti Mojito dan Caipirinha telah meningkatkan popularitasnya di Amerika Serikat.

Sejak tahun 2003, Peru memiliki Hari Pisco Sour Nasional yang dirayakan pda akhir pekan pertama bulan Februari.

Sejarah

Sejarah Pisco sendiri berasal dari tahun 1500. Bangsa Spanyol membawa anggur ke wilayah Peru dari Eropa. Namun raja Spanyol melarang anggur di abad ke-17, dan hal itu memaksa penduduk setempat untuk menyusun berbagai jenis alkohol dari anggur itu. Toro Guillermi Lira dalam bukunya "Wings Of Cherubs", Pisco dicampur dengan Lemon di abad ke-18 di dekat Plaza de Toros de Acho, Lima. Itu disebut Punche, dan itu berasal adari kata Punch Pisco yang berisi Pisco, lemon dan nanas di awal 1900.

Pada tahun 1962, Univesidad del Cuyo (Argentina) menerbitkan sebuah cerita berdasarkan "El Comercio de Iquique", dimana hal ini menunjukan bahwa Eliott Stubb adalah pencipta dari Whisky Sour. El Comercio de Iquique adalah surat kabar Peru yang diterbitkan oleh Modesto Molina antara tahun 1874 dan 1879.

Kisah lain menceritakan pelayan kapal Inggris bernama Sunshine. Pada tahun 1872, Elliot Stubb memperoleh izin untuk turun di pelabuhan Iquique, yang merupakan kota di Peru, dengan tujuan untuk menetp di kota itu dan membuka bar. Di bar, dia bereksperimen dengan banyak Aperitif dan minumna yang berbahan dasar Limon de Pica, kapur kecil yang ditanam disebuh Oase penduduk disekitarnya. Dalam rangka menciptakan varietas baru minuman beralkohol, orang Inggris ini bereksperimen dengan berbagai kombinasi untuk membuat minuman yang menyenangkan. Suatu hari, Stubb , mencampur Whisky dengan bahan yang paling baik, kapur dan menambahkan dosis gula. Karena terpeson oleh rasanya yang lezat, ia pun membuatnya menjadi hidangan khas di barnya dan menyebutnya Sour untuk sentuhan asam dari kapur. "Onwards", said Elliot. "it will be my drink of battle, my favorite drink, and it will be called Whisky Sour" (Sour, for the acid of the lemon). Minuman baru ini menyebar ke klub sosial dan bar di seluruh pelabuhan Iquique, dan dari sana menyebar melewati kawasan ini dan ke Britania Raya.

Pada tahun 1884, Iquique menjadi ibukota Chili. Pada tahun 1985, Plat Orestes menceritakan cerita yang sama, mengubah Whisky menjadi Pisco, berdasarkan surat kabar peru El Comercio de Iquique. Namun sebuah sejarah lain menyebutkan bahwa Whisky Sour diberitakan pertama oleh surat kabar yang diterbitkan di Winconsin, Amerika Serikat pada tahun 1870.

Senin, 05 Juli 2010

Prosecco

Prosecco adalah jenis anggur putih yang tumbuh di Veneto, Italia. Anggur ini dapat dibuat menjadi Sparkling Wine dengan nama sama. Daerah-daerah perkebunan utama adalah di Conegliano dan Valdobbiadene, sebelah utara Venezia. Cocktail Bellini dibuat dari sparkling wine dan sari buah peach, dan cocktail Poinsettia dibuat dari campuran Sparkling Wine, White Wine, Vodka, dan sari buah Cranberry, sebaiknya dibuat dengan Prosecco Wine.

Prosecco adalah sparkling wine yang dibuat dengan metode Charmat, berbeda dengan metode Campenois yang digunakan pada Champagne. Rasanya juga cenderung lebih fruity dari Champagne, namun masih kalah fruity dari Asti Spurmante.

Nama Prosecco saat ini dilindungi oleh hukum Eropa dan hanya dapat digunakan untuk parkling wine yang dibuat dari anggur Prosecco dari Conegliano atau Valdobbiadene. Selain itu juga, terdapat Dalmatian Prosecco, yaitu anggur manis (mirip Sherry) yang dibuat dari anggur kering.

Jika ada Cocktail seperti Kir Royal yang merupakan campuran Creme de Classic dengan Champagne, di Veneto ada Cocktail yang terkenal bernama Bellini yang merupakan campuran Prosecco dengan fresh White dan Peach Juice. Contoh merek Pisecco yang terkenal adalah Zoning, Borgo Sanleo, Valdobbiadene dan Carizze.

Champagne

Champagne (bahasa Indonesi: Sampanye) adalah minuman anggur putih bergelembung yang dihasilkan di kawasan Champagne di Perancis, sekitar 90 kilometer di timur laut Paris. Reims adalah salah satu wilayah penghasil Champagne yang terkenal. Champagne umumnya terbuat dari anggur Pinot Noir, Chmpgne yang berkualitas bagus mempunyai warna kekuningan. Champagne biasanya hanya diminum pada acara-acara khusus seprti perayaan tahun baru dan sering pula terlihat pada perayaan kemenangan kejuaraan olahraga seperti Formula 1, dimana sang pemenang di podium membuka sebotol Champagne dan menyemprotkan isinya.

Yang membedakan Champagne dengan anggur-anggur lainnya adalah warnanya yang emas dan berkilauan, sehingga identik dengan minuman mewah. Champagne diduga adalah hasil karya dari dua orang pengawas gudang anggur terkemuka dari orde biara Pierry dan Epernay di daerah Champagne di timur laut Perancis. Kedua orang tersebut adalah Frere Jean Oudart dan Dom Pierre Perignon (1638-1715). Dom Pierre Perignon mempunyai brand merek Champagne yang mempertahankan tehnik pengolahan anggur berkilau kuno yng sangat terkenal hingga saat ini.

Sebuah fakta mengejutkan yang menyatakan bahwa Champagne ternyata bermanfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian yang didasarkan pada penemuan sebelumnya, dua gelas anggur merah per hari dapat membantu menjaga jantung dan masalah sirkulasi darah.

Akademi di Inggris menemukan bahwa Champagne mengandung Polyphenol, yaitu bahan kimia yang dapat memperlebar pembuluh darah hingga dapat mengurangi ketegangan jantung dan otak. Polyphenol diyakini dapat meningkatkan kadar gas Oksida Nitrat dalam darah. Polyphenol ditemukan dalam kadar yang relatif tinggi pada anggur merah tetapi tidak dalam anggur putih. Biasanya Champagne terbuat dari campuran varietas anggur merah Pinot Meunier atau Pinot Noir dan Anggur Putih Chardonnay, seperti dilansir sebuah situs Daily Mail.

Seorang peneliti Dr. Jeremy Spencer mengatakan, "Pertanyaannya adalah apakah Champagne akan memiliki efek yang sama seperti anggur merah atau akan memiliki efek yang terbatas seperti anggur putih?". Ia menunjukan bahwa Champagne memiliki efek yang jauh lebih besar pada tingkat oksida nitrat dari bebas Polyphenol "Dummy Minum" alkohol dicampur dengan air berkrbonasi. Para peneliti percaya bahwa kesehatan tidak terbatas hanya pada peralatan yang mahal tetapi juga ditemukan dalam alternatif yang lebih murah.

Minggu, 04 Juli 2010

Cognac

Cognac (bahasa Indonesia: Konyak) adalah Brandy yang diproduksi di kawasan sekitar kota Cognac di Perancis. Sejumlah paling sedikit 90% dari buah anggur yang dijadikan bahan baku Cognac harus berasal dari jenis anggur Ugni Blanc, Folle Blanche atau Colombard. Selebihnya bisa menggunakan sepuluh jenis anggur lain yang sudah ditemtukan. Walaupun demikian, sebagian besar Cognac dibuat dari anggur Ugni Blanc. Sebelum bisa disebut Cognac, minuman harus disuling sebanyak dua kali dengan memakai ketel tembaga dan disimpan paling sedikit 2 tahun di dalam tong kedap udara dari kayu Ek.

Minuman beralkoho serupa Cognac, namun diproduksi di kawasan Armagnac dan berbeda dalam cara penyulingannya disebut Armagnac. Kota Cognac adalah salah satu dari tiga kawasan yang secara resmi ditetapkan sebagai kawasan Brandy di Eropa, dua kota lainnya adalah Armagnac dan kota Jerez di Spanyol.

Daerah Penghasil

Kawasan yang ditetapkan sebagai penghasil Cognac meliputi hampir seluruh Charente Maritime, sebagian besar Charente, serat beberapa wilayah di Deux Sevres dan Dordogne. Kawasan tersebut dibagi menjadi enam wilayah penanaman yang disebut Cru. Urutan keenam wilayah penanaman anggur untuk Cognac yang disusun berdasarkan kualitas adalah Grande Champagne, Petite Champagne, Borderies, Fins Bois, Bons Bois, dan Bois Ordinaires.

Cognac yang dibuat dari campuran Eau-de-vie asal dua wilayah penanaman saja (wilyah Grande Champagne dan Petite Champagne) dikenal sebagai "Fine Champagne Cognac" ("Cognac terbaik dari kawasan Champagne"), san tidak ada hubungannya dengan Sampanye. Syaratnya anggur yang digunakan paling sedikit 50% harus berasal dari kawasan Grande Champagne.

Walaupun diproduksi di kawasan yang sudah ditentukan, Brandy tidak bisa disebut Cognac atau dijual sebagai Cognac bila tidak memenuhi syarat ketat dari badan pengatur produksi Cognac (BNIC, Bureau National Interprofessionel du Cognac). Brandy yang diproduksi di wilayah lain di Perancis atau di negara lain di dunia juga tidak bisa disebut Cognac.

Wisatawan yang berkunjung ke kota Cognac dan daerah sekitarnya sering mendapat kesempatan mencicipi Cognac oleh pabrik Cognac setempat. Perusahaan Cognac sering menawarkan tur ke pabrik untuk melihat cara pembuatan Cognac.


Proses Produksi

Cognac dibuat dari Eau-de-vie atau Eaux-de-vie (translasi literal: "air kehidupan"). Eau-de-vie adalah istilah bahasa Perancis untuk Brandy buah berwarna bening yang didapat dari dua kali penyulingan anggur putih dan diproduksi di kawasan penghasil Cognac. Sebelum disuling, anggur putih tersebut tidak enak diminum. Distilasi dilakukan dengan menggunakan ketel tembaga tradisional yang disebut Charentais atau Alembic. Desain dan ukuran Alembic yang dipakai juga ditetapkan dengan peraturan. Distilasi dilakukan dua kali dan Eau-de-vine yang dihasilkan berkadar alkohol 70%.

Cognac belum bisa dijual atau belum bisa disebut Cognac kalau belum dimatangkan dengan cara disimpan paling sedikit dua tahun, dihitung dari akhir masa distilasi (biasanya mulai 1 April setelah anggur dipanen).

Selama penyimpanan, sejumlah besar persentase alkohol (dan air) dari Eau-de-vine menguap lewat pori-pori tong. Penduduk setempat menyebut rembesan tersebut sebagai "Part Des Anges" atau 'Porsi Minum Untuk Bidadari' (istilah serupa juga digunakan dalam produksi Scoth Whisky). Produk akhir biasanya dicampur air murni hingga kadar alkohol turun hingga 40% (80 proof). Sebagian produsen biasanya menambahkan sedikit pewarna karamel untuk mewarnai Cognac.

Usia Cognac ditentukan berdasarkan usia Eau-de-vine termuda yang digunakan dalam campuran. Cognac biasanya dibuat dari campuran Eau-de-vine. Hal ini dilakukan produsen untuk menghasilkan rasa yang berbeda dari Cognac yang hanya dibuat dari satu pabrik atau datu perkebunan. Pabrik Cognac memiliki pencicip utama yang bertugas menciptakan campuran Cognac khas dari pabrik tersebut, sekaligus menjamin Cognac mereka yang sama selalu memiliki rasa yang tetap.

Kualitas

Tingkatan kualitas tidak resmi dalam memasarkan Cognac adalah:

  • VS (Very Special) atau bintang tiga adalah Cognac usia termuda yang dimatangkan dengan cara disimpan paling sedikit dua tahun di dalam tong.
  • VSOP (Very Superior Old Pale) atau Reserve adalah Cognac usia termuda yang dimatangkan dengan cara disimpan paling sedikit 4 tahun di dalam tong.
  • XO (Extra Old) adalah Cognac usia termuda yang dimatangkan dengan cara disimpan paling sedikit 6 tahun di dalam tong. Contohnya Napoleon dan Hors d'Age.

Tingkatan kualitas Cognac dipinjam dari tingkatan kualitas Brandy dan hanya digunakan pada label merek Cognac terkemuka sewaktu memasarkan produknya. Produsen Cognac tradisional justru tidak menggunakan tingkatan kualitas pada labelnya.

Produsen Cognac terkemuka juga menghasilkan merek-merek Cognac berkualitas tinggi. Seperti diantaranya adalah:

  • Extra by Camus produksi Camus Cognac. Kualitas Cognac merek ini berada di atas XO, dan dikemas dalam kemasan botol khas. Cognac paling tua yang digunakan sebagai campuran dari wilayah penanaman Borderies, Grande Champagne dan Petite Champagne.
  • Louis XIII de Remy Martin produksi Remy Martin. Cognac terbaik merupakan campuran lebih dari 1200 jenis Eau-de-vine kualitas terbaik yang sudah dimatangkan paling sedikit 55 tahun (biasanya antara 65 tahun hingga lebih dari 100 tahun) di dalam tong kayu Ek yang sudah sangat tu asal Limousin. Kemasannya berupa botol kristal karya pengrajin kristal , Baccarat. Masing-masing botol diberi nomor secara individual dan pemiliknya didaftar.
  • Richard Hennessy produksi Hennessy. Cognac campuran lebih dari 100 Eau-devine yang berusia di atas 200 tahun, dan dikemas dalam botol kristal Baccarat. Nama produk ini diambil dari nama pendiri perusahaan Cognac Hennessy.
  • L'Esprit de Courvoisier produksi Courvoisier. Cognac campuran dari Eau-de-vine yang berusia lebih dari 200 tahun. Kemasannya berupa botol yang dibuat dengan tangan oleh Lalique, dan masing-masing botol diberi nomor secara individual.
  • Cognac Antik Moyet produksi Moyet (Tres Vieille Fine Champagne dan Tres Vieille Grand). Cognac yang merupakan campuran Cognac dari tong yang berusia diatas 150 tahun. Setiap botol diberi nomor secara individual dan ditandatangani oleh kepala gudang penyimpanan.

Gin

Gin adalah minuman beralkohol dari hasil fementasi Serealia (jelai, gandum, hayer) yang diberi aroma buah (runjung) pohon Juniper, dan melalui proses distilasi. Selain minyak dari buah pohon Juniper, Gin juga dicampur minyak remph-rempah, seperti Adas Manis, Karawai, biji ketumbar, kulit jeruk, akar manis, kayu manis dan kapulaga.

Gin biasanya tidak diminum tanpa dicampur, melainkan diminum sebagai Koktail. Jenis Gin yang umum dipakai untuk Koktail adalah jenis London Dry yang berkadar alkohol tinggi. Gin jenis London Dry diproduksi dari minuman beralkohol rasa tawar yang dicampur dengan rempah-rempah dan didistilasi ulang dalam ketel distilasi.


Jenis-Jenis Gin

Menurut cara pembuatannya, Gin dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Distilled Gin (Gin Distilasi), yaitu Gin hasil distilasi minuman beralkohol rasa tawar (Spirit) yang dicampur air dan diberi aroma buah Juniper serta rempah-rempah.
  • Compound Gin (Gin Campur), yaitu Gin dengan rasa tawar yang dicampur air, aroma buah Juniper, serta rempah-rempah, namun tidak melalui proses distilasi.


Sejarah

Gin berasal dari minuman keras asal Belanda yang diciptakan Dr.Franciscus de le Boe (alias Dr.Sylvius) dari Universitas Leiden pada tahun 1650. Mulanya, Dr. Sylvius sedang mencari akal untuk memberi obat dalam dosis yang tepat untuk pasien penyakit ginjal. Ia mencampur minyak runjung pohon Juniper dengan minuman beralkohol hasil fermentasi serealia. Hasilnya berupa Diuretika murah yang disebutnya Jenewer (Jenever). Nama minuman ini berasal dari bahasa Perancis, "Genevrier", yang berarti pohon Juniper. Minyak runjung Juniper diketahui memiliki khasiat pengobatan, diantaranya penambah nafsu makan, memiliki efek sedatif, dan mengurangi sakit kepala.


Setelah populer di Belanda, Jenewer juga menjadi populer di daratan Eropa. Tentara Inggris yang membantu Belanda dalam Perang Delapan Puluh Tahun, diperkirakan pulang ke Inggris dengan membawa Jenewer. Julukan yang diberikan tentara Inggris untuk Gin adalah "Keberanian Belanda" (Dutch Courage). Di Inggris Jenewer disebut Gin (singkatan dari Jenewer). Gin semakin populer di Inggris setelah William III bertahta sebagai raja Inggris. Ia mengenakan pajak tinggi atas anggur dari Perancis dan mendorong impor besar-besaran Jenewer dari Belanda.


Merek-Merek Gin Ternama

  • Beefeater, pertama diproduksi tahun 1820.
  • BOLS Damrak, Jenewer Belanda.
  • Bombay Sapphire, didistilasi dengan 10 jenis rempah.
  • Boodles British Gin.
  • Booth's, pertama diproduksi tahun1790 oleh Sir Felix Booth.
  • Bulldog Gin.
  • Gordon's.
  • G'vine.
  • Hendrick's Gin, dengan aroma mentimun dan bunga mawar.
  • Jensen's Bermondsev Gin.
  • Martin Miller's Gin.
  • Seagram.
  • South Gin, produk Selandia Baru.
  • Steinhager.
  • Silver Dry Gin, produk Finlandia.
  • Tanqueray.


Koktail Dengan Campuran Gin

  • Gimlet, Gin dan sari jeruk limau.
  • Gin dan Tonik, campuran Gin dan air Tonik.
  • Gin Fizz.
  • Gin Bucket.
  • Long Island Iced Tea.
  • Martini, Gin dengan campuran Vermouth.
  • Negroni.
  • White Lady.
  • Old Etonian.
  • Singapore Sling
  • Tranny Dogg, Gin dengan campuransari buah Cranberry dan Nanas.
  • London Mule dan Moscow Mule, campuran Gin bukan Vodka.
  • Uncle Makee, Gin dan Cola serta Limau.

Rum

Rum (Rhum) adalah minuman beralkohol hasil fermentasi dan distilasi dai Molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industri gula. Rum hasil distilasi berupa cairan berwarna bening dan biasanya disimpan untuk mengalami pematangan di dalam tong yang dibuat dari kayu Ek atau kayu jenis lainnya. Produsen Rum terbesar di dunia adalah negara-negara Karibia dan sepanjang aliran Sungai Demerara di Guyana, Amerika Selatan. Selain itu, pabrik Rum ada di negara-negara lain di dunia seperti Australia, India dan Kepulauan Reunion.

Rum terdiri dari berbagai jenis dengan kadar alkohol yang berbeda-beda. Rum putih umum digunakan sebagai pencampur Koktail. Rum berwarna cokelat keemasan dan gelap dipakai untuk memasak, membuat kue, dan juga pencampur Koktail. Hanya Rum berkualitas tinggi saja yang biasa diminum polos tanpa pencampur atau ditambah es batu (On The Rock). Rummemegang peranan penting dalam kebudayaan orang-orang di Hindia Barat dan dikenal sebagai minuman perompak dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris.


Etimologi

Asal-usul kata Rum tidak diketahui dengan jelas. Pendapat yang banyak beredar mengatakan asal katanya adalah Rumbullion yang berarti "Kebisingan yang hebat atau hingar bingar." Pendapat lain mengatakan, Rum diambil dari gelas besar untuk minum orang Belanda yang disebut Rummers dari kata Roemer atau gelas minum. Kemungkinan lin, Rum adalah kependekan lain dari Saccharum (bahasa Latin untuk gula), atau Arome (bahasa Perancis untuk Aroma). Di Amerika Serikat, istilah Rumme (Rum) mulai umum dipakai sejak Mei 1657. Pada waktu itu, Kongres Persemakmuran Massachusetts (General Court of Massachusetts) melarang penjualan minuman keras beralkohol tinggi.

Sekarang ini, Rum sering disebut berdasarkan nama lokal tempat Rum diproduksi. Sebutan untu Rum produksi negara berbahasa Spanyol adalah Ron, sedangkan Ron Anejo adalah sebutan untu Rum yang telah lama disimpan dan dipasarkan sebagai barang berkualitas. Rum produksi negara berbahasa Perancis disebut Rhum, sedangkan Rhum Vieux merupakan sebutan Rum Perancis yang sudah disimpan lama dan memenuhi beberapa kriteria lain.




Sejarah

Bentuk awal dari Rum sudah dibuat orang zaman purbakala. Minuman hasil fermentasi air tebu diperkirakan sudah dibuat orang India dan orang Cina Kuno. Cara pembuatan minuman tersebut menyebar ke tempat-tempat lain dan menjadi minuman Brum yang sudah dibuat orang Melayu sejak ribuan tahun yang lalu. Marcopolo mencatat di abad ke-14, bahwa ia ditawari "minuman anggur dari gula yang sangat enak" ditempat yang sekarang disebut Iran.

Distilasi Rum pertama kali dilakukan pada abad ke-17 oleh pekerja perkebunan tebu di Karibia. Penemunya adalah budak perkebunan yang mengetahui bahwa Molase bisa difermentasi menjadi alkohol. Proses distilasi dilakukan terhadap hasil fermentasi untuk mendapatkan minuman berkadar alkohol tinggi berupa Rum yang pertama. Konon Rum awalnya berasal dari Pulau Barbados. Di zaman dulu, Rum asal Karibia masih berkualitas rendah. Salah satu buktinya adalah tulisan dokumen pada tahun 1651 dari Barbados, "Produksi utama yang mereka buat di pulau disebut Rumbullion alias Kill-Divil yang dibuat dari distilasi air tebu, minuman keras yang pedas, panas dan tidak enak."

Setelah dikembangkan orang Karibia, Rum populer sebagai minuman keras di Zaman Kolonial Amerika. Pabrik distilasi Rum yang pertama dibangun di tahun 1664 di Staten Island, dan disusul Moston, Massachusetts tiga tahun berikutnya. Industri Rum menjadi industri terbesar dan menguntungkan bagi New England. Rum produksi New England cukup populer dan bahkan sempat dianggap sebagai salah satu Rum terbaik di dunia pada abad ke-18. Rum produksi Rhode Island bahkan diterima sebagai salah satu alat bayar di Eropa seperti halnya emas. Penduduk Amerika pada zaman kolonial sebelum Perang Revolusi Amerika diperkirakan setiap tahunnya mengkonsumsi Rum sebanyak 13,5 liter Rum per orang.

Permintaan gula di Eropa dan Molase untuk produksi Rum melonjak sepanjang abad ke-17 dan abad ke-18. Akibatnya, perkebunan tebu di Karibia membutuhkan banyak pekerja perkebunan. Kebutuhan ini dicukupi dengan budak-budak yang diperoleh dari perdagangan segitiga antara Afrika, Karibia dan negara-negara kolonial. Perdagangan segitiga terganggu akibat Akta Gula tahun 1764, dan kemungkinan menjadi salah satu penyebab Revolusi Amerika.

Seusai revolusi, popularitas Rum di Amerika Serikat terus berlanjut. George Washington meminta satu tong Rum dari Barbados untuk upacara pelantikannya pada tahun1789. Kepopuleran Rum akhirnya menurun setelah adanya pembatasan impor Rum dari Karibia dan peningkatan produksi Whisky secara besar-besaran di Amerika Serikat.

Rum mulai dikait-kaitkan dengan perompak sejak kapal perang swasta Inggris yang disebut Privateer mulai berdagang barang-barang mentah. Sebagian diantaranya, kapal-kapal tersebut menjadi kapal bajak laut dengan anak buah kapal terdiri dari perompak yangs senang minum Rum . Kisah perompak gemar minum Rum semakin populer berkat novel Pulai Harta karya Robert Louis Stevenson.

Angkatan Laut Inggris mengenal Rum sejak tahun 1655. Ketika itu armada Inggris sedang menduduki Pulau Jamaika. Produksi Rum Jamaika begitu melimpah sehingga jatah Brandy harian bagi pelaut diganti menjadi Rum. Awalnya, Rum diminum polos atau dicampur perasan jeruk limau. Sekitar tahun 1740, jatah Rum harian bagi pelaut mulai dicampur dengan air. Alasannya, Admiral Edward Vernon ingin mengurangi dampak kecanduan alkohol di kalangan pelaut. Minuman Rum yang dicampur air dikenal sebagai Grog. Pelaut Angkatan Laut Inggris terus menerima jatah harian berupa Rum yang disebut Tot hingga 13 Juli 1970.

Cider

Cider adalah minuman hasil fermentasi sari buah dan mengandung alkohol 6.5-8%. Di Indonesia, Cider belum banyak dikenal sehingga belum mempunyai syarat mutu atau standar industri. Disamping sari buah, Cider dapat juga dibuat dari seduhan kopi bergula.

Mikroba yang berperan dalam fermentasi Cider umunya adalah Khamir atau Ragi dari genus Saccharomyces, Candida dan Hansenula, dan jenis bakteri, yaitu Asetobacter Xylinum. Jumlah laru yang ditambahkan sekitar 2-20% dari volume sari buah. Sedangkan lama fermentasi tergantung dari jenis Khamir yang dipakai, kadar awal gula, dan kadar alkohol yang diinginkan. Selama fermentasi terjadi penguraian gula menjadi alkohol dan hasil sampingnya berupa Asam Asetat, Asam Laktat dan Alhedida. Lemak juga akan terurai menjadi Asam Lemak yang selanjutnya membentuk Ester Asam Lemak yang merupakan komponen cita rasa penting.

Starter atau Laru Cider yang baik dibuat dari kultur murni Saccharomyces Cerevisiae, S. Ludwigii atau Acetobacter Xylium. Mikroba-mikroba di atas dapat dipakai secara tunggal atau campuran. Dapat juga menggunakan kultur yang biasa digunakan untuk Tea Cider. Mula-mula kultur Murni itu diperbanyak jumlah selnya dengan menumbuhkan pada media Yeast Maltose Broth (YMB) untuk Saccharomyces atau ektrak Taoge Broth untuk Acetobacter. jumlah sel yng diinginkan untuk Starter adalah 108-109.

Substrat untuk Starter dibuat dari sari buah yang akan dibuat Cider, dibuat dengan perbandingan Aor buah 2:1 dan ditambah gula 10%. Sari buah yang telah ditambah gula dipasteurisasi dengan dipanaskan 60 derajat Celcius selama 30 menit. Kemudian didinginkan dan ditambah kultur (tunggal atau campuran) sebanyak 5-10%. Lalu ditutup kain kasa dan dibiarkan pada suhu ruangan sampai terbentuk film yang tipis. Setelah itu ditambah lagi sari buah secara hati-hati melalui dinding wadah. Dibiarkan lagi pada suhu kamar sampai terbentuk film setebal 0.5-1 cm. Starter ini 3-4 hari sebelum digunakan harus ditambah dengan sari buah.


Proses Pembuatan

Tahap-tahap yang paling penting dalam membuat Cider buah adalah pembuatan sari buah, pembuatan starter, proses fermentasi sari buah dan pemeraman.

Pada prinsipnya, hampir semua jenis buah dapat dibuat Cider, asalkan jumlah gulnya cukup. Cider buah yang sudah pernah dibuat antara lain: Cider Nangka, Cider Belimbing, CiderJambu Biji, Cider Nanas, dan Mentimun Suri. Buah dibuat sari buah dengan cara buha dikupas, dipisahkan dari kulit, buju dan bagian lain (misalnya sert pada buah nangka dan hati pada buh nanas) sehingga diperoleh daging buah.

Selanjutnya daging buah ditambah air dengan perbandingan 1:3, kemudian dihancurkan dengan blender. Hancuran buah disaring (dibantu dengan pemerasan) dan ke dalam sari buah yang diperoleh ditambahkan gula pasir sebanyak 5-15% (tergantung jenis buahnya).

Selanjutnya sari buah tersebut dipateurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 60 derajat celcius selama 30 menit. Setelah dingin diinokulasi dengan starter sebanyak 5-10% dari volume sari buah. Proses selanjutnya adalah fermentasi Anaerob pada suhu ruang dengan cara, sari buah dimasukan ke dalam botol atau wadah lain, ditutup dengan sumbat yang diberi saluran udara dengan selang yang ujungnya dicelupkan ke dalam air.


Fermentasi dapat dilakukan selama 3 hari atau sesuai dengan kadar alkohol yang diinginkan. Setelah inkubasi selesai, film atau lapisan kultur diangkat dan dipisahkan. Botol ditutup rapat dan dipasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 60 derajat celcius selama 30 menit.

Tahap berikutnya adalah pemeraman pada suhu 5-10 derajat celcius selama 1 minggu. Pemeraman dilakukan untuk menghilangkan kekeruhan Cider yang disebabkan oleh senyawa Tanin, Sel-sel ragi, Protein, Peptida, Gum, Pektin, dan Pigmen yang terdapat di dalamnya. Selama pemeraman, Cider menjadi jernih, tetapi jika kandungan Taninnya tinggi biasanya sulit menjadi jernih.

Hasil penelitian yang pernah dilakukan menunjukan bahwa untuk membuat Cider biji, yang paling disukai adalah Cider yang dibuat dari sari buah jambu dengan perbandingan jambu dan air 1:3, konsentrasi gula pasir 15% dan fermentasi selama 3 hari. Cider akan makin disukai setelah pemeraman selama 45 hari. Cider nangka memerlukan gul lebih banyak, yaitu 20% dengan waktu fermentasi 3 hari.

Cocktail

Koktail (bahasa Inggris: Cocktail) adalah minuman beralkohol yang dicampur dengan minman atau bahan-bahan lain yang beraroma. Sebelum disajikan dalam gelas khusus Koktail, minuman ini diaduk atau diguncang-guncang supaya bahan-bahannya tercampur. Minuman beralkohol yang sering dijadikan Koktail adalah Gin, Whisky, Rum, dan terutama Vodka.

Menurut Jerry Thomas dalam buku Bartender's Guide or Hom to Mix Drinks terbitan tahun 1862, bahan dasar resep Koktail adalah minuman beralkohol yang dicampur dengan gula, air, dan Bitter. Istilah Koktail berangsur-angsur mengacu kepada hampir semua minuman campur yang mengandung alkohol. Di zaman sekarang, Koktail biasanya dibuat dari satu jenis atau lebih minuman beralkohol ditambah perisa berupa Liqueur, sari buah, gula, madu, air, es, minuman karbonasi, susu, krim susu, rempah-rempah, bitter, dan sebagainya. Sekarang Vodka sering digunakan sebagai pengganti Gin dalam Koktail tradisional yang menggunakan Gin (misalnya Gimlet, Martini atau Collins).


Asal-Usul

Sangat banyak penjelasan tentang asal usul isatilah Koktail, namun tidak ada yang betul-betul memuaskan. Istilah Cocktail kemungkinan mengacu kepada rasa terkejut ketika melihat warna-warni yang dihasilkan dari mencampur minuman beralkohol dengan minuman berwarna.

Stanley Clisby Arthur dalam buku Famous New Orleans Drinks and how to Mix Em, menceritakan tentang pengungsi Perancis bernama Antoine Amedie Peychaud yang menetap di New Orleans pada tahun 1793. Peychaud adalah seorang apoteker berpraktik yang juga membuat sendiri minuman Bitter. Ia meracik obat sakit perut berupa Bitter dan Brandy yang dicampurnya di cangkir telur (Bahasa Perancis: Coquetier). Bagi telinga orang Amerika, Coquetier terdengar sebagai Cocktail. Kemungkinan lain istilah Cocktail berasal dari cangkir telur (Coquetier) yang dipakai untuk menyajikan minuman oleh orang New Orleans di awal abad ke-19.

Menurut sebuah cerita yang populer, pencipta Cocktail adalah wanita pramutama bar. Namanya Betsy Flanagan. Pada tahun 1779, ia menyajikan minuman berhias bulu ekor ayam jantan (Bahasa Inggris: Cocktail) untuk serdadu Perancis. Bulu ekor ayam tersebut dicabutnya dari ayam jantan milik tetangga. Kisah ini dibantah oleh William Grimes yang menjelaskan dalam buku Straight Up or On the Rocks: A Cultural History of American Drinks, bahwa Betsy Flanagan adalah tokoh fiksi dalam cerit The Spy karya James Fenimore Cooper.

Hampir serupa dengan kisah Betsy Flanagan, kisah lain menceritakan istilah Cocktail tercipta di masa Perang Revolusi Amerika. Kedai minuman di dekat Yorktown, New York, ramai dikunjungi serdadu Amerika dan Perancis yang berada di bawah komando George Washington dan Marquis de Lafayette. Serdadu Amerika senang minum Whisky atau Gin, namun sebaliknya serdadu Perancis senang minum anggur atau Vermouth. Kalau malam sudah larut, para serdadu sering mencampur-campur minuman digelas sebelum bersulang. Seorang prajurit mencuri ayam jantan dari rumah tetangga yang dipercaya sebagai pendukung George dari Inggris. Setelah dimasak, ayam tersebut dimakan beramai-ramai dan bulu ekornya dijadikan penghias minuman. Ketika bersulang, mereka meneriakkan, "Vive le Cocktail" ("hidup ekor yam jantan"), dan minumn itu kemudian disebut Cocktail.


Sejarah

Dokumen tertua memuat istilah Coctail adalah surat kabar The Farmer's Cabinet terbitan Amherst, New Hampshire, 28 April 1803. Dalam editorial harian ini, pembaca yang bertanya cara mengatasi tidak enak badan sehabis minum alkohol diberi nasehat, "...minum saja segelas Cocktail, sangat baik untuk sakit kepala..."

Definisi tertua tentang Koktail dimuat di surat kabar terbitan Hudson, New York, Balance and Columbian Repository, 13 Mei 1806. Dalam artikel yang menjawab pertanyaan pembaca tentang "Apa itu Koktail?". "Koktail adalah minuman beralkohol yang menstimulasi, dibuat dari berbagai jenis minumna beralkohol, ditambah gula, air dan bitter (minuman keras beraroma rempah)-secara asal-asalan sering disebut "Bitter Sling" (campuran minuman beralkohol dengan air, gula, sari buah jeruk atau lemon, ditmbah bitters).

Buku How to Mix Drinks or The Bon Vivant's Companion terbitan tahun 1862 oleh Jerry Thomas adalah buku resep Koktail pertama di dunia. Selain berbagai resep minuman seperti Punch, Sours dan Sling, disertakan pula 10 resep minumna yang disebut Koktail. Dalam resep-resep tersebut, penambahan Bitter membedakan Koktail dengan minuman yang lain.

Pada pertengahan tahun 1800-an, istilah Cocktail sudah dipakai di Amerika Serikat untuk Aperitif sebelum makan malam. Pada akhir abad ke-19, istilah Koktail juga berarti makanan yang dihidangkan sebagai hidangan pembuka. Oleh karena itu, hingga kini dikenal Koktail Buah, Koktail Udang, dan Koktail Tiram. Namun setelah berlakunya Pelarangan Minuman Beralkohol di AS, istilah Koktail secara umum berarti minuman beralkohol.

Pesta yang diadakan Nyonya Julius S. Walsh Jr dari St. Louis, Missouri pada bulan Mei 1917, diperkirakan sebagai pesat Koktail pertama di dunia. Tentang pesta Ny. Walsh, St Paul Pioneer Press menulis, "Tidak salah lagi, cara terbaru menarik perhatian masyarakat adalah mengadakan pesta Koktail." Pada hari Minggu di musim semi, Ny. Walsh mengundang 50 tamu ke rumah kediamannya yang dilengkapi bar pribadi untuk berpesta. Pesta berlangsung selama satu jam. Dimulai sejak tengah hari, makan siaang disajikan pukul 1 siang. Hingga saat ini, rumah yang menjadi lokasi pesta Koktail pertama di dunia masih berdiri. Pada tahun 1924, Keuskupan Agung St. Louis membeli rumah besar milik keluarga Walsh dan menjadikannya rumah tinggal Uskup Agung.

Ketika penjualan minuman beralkohol dilarang oleh Undang-Undang Pelarangan Minuman Beralkohol di Amerika Serikat (1920-1933), Koktail masih bisa diminum secara ilegal di bar-bar yang disebut Speakeasy. Kualitas minuman beralkohol yang dijual jauh lebih rendah dari sebelumnya dan pramutama bar sering asal-asalan sewaktu membuat Koktail.

Sabtu, 03 Juli 2010

Pisco

Pisco (dari Quechua: Pisqu yang berarti burung kecil), adalah minuman keras sulingan anggur. Dikembangkan oleh Spanyol pada abad ke-16. Sebagai alterntif yang lebih murah untuk impor Orujo dari Spanyol, butuh nama dari tembikar berbentuk kerucut yang usianya muda, yang juga merupakan salah satu tempat dimana ia dihasilkan. Kebun-kebun anggur pertama yang ditanam di lembah-lembah pesisir di Viceroyalty, Peru. Meskipun Spanyol memberlkukan banyak larangan menanam anggur, namun produksi dan perdagangan anggur berkembang pesat, seperti di Corregimiento dari Ica dan La Serena di Chili.

Di masa modern, anggur yang diproduksi di wilayah Peru dan Chili ini merupakan minuman yang dikonsumsi secara luas di banyak negara. Hak untuk memproduksi dan mempromosikan Pisco telah menjadi masalah sengketa hukum antara Chili dengan Peru.

Nama Pisco berasal dari nama sebuah kota, Pisco, yang terletak di pantai Peru. Asal usul nama Pisco dapat ditelusuri ke bahasa Quechua, yang diambil dari nama burung-burung yang menghuni lembah dari daerah Ica yang disebut Pisqu (Pisco, Pisku, Phisgo, Pichiu, Pisccu-tergantung pada ortografi). Asal kota Pisco dikatakan dari zaman pra Inca, ketika wilayah ini diperintah oleh orang-orang yang dikenal sebagai Piskuis. Kota Pisco bertambah pesat dibawah kekuasaan Spanyol. Karena kedekatannya dengan pantai dan perusahaan ekspor dari Aguardiente dari Ica, hingga akhirnya minuman ini pun dikenal dengan nama Pisco.


Sejarah
Pada akhir tahun 1550, Spanyol mulai menanam dan mengekspor anggur terbaik dengan kualitas pilihan, sementara yang tidak memenuhi syarat dibuang atau diberikan kepada petani. Dalam konteks ini, kelompok-kelompok mulai menggunakan anggur yang dibuang untuk membuat Brandy dengan menggunakan teknik yang mirip dengan yang digunakan di Spanyol untuk produksi Orujo.

Buah anggur hitam dibaw ke Viceroyalty, Peru oleh Spanyol. Karena menderita adaptasi terhadap kondisi tanah dan cuaca, akhirnya stabilisasi dalam berbagai nama baru menjadi "Quebranta". Konon diberi nama baru karena anggur asli rusak (Quebrar, Spanyol) untuk lingkungan baru. Awalnya hampir semua Pisco diyakini akan dihasilkan dari berbagai anggur. Dan yang lainnya menggunakan anggur yang tersedia saat itu. Namun, karena hanya kebun-kebun naggur terbesar (dan orang-orang dengan distileri Pisco) yang mampu menghasilkan volume ekspor. Namun klaim ini tidak dapat diverifikasi karena tidak logis untuk mengasumsikan bahwa semua anggur yang tersedia ditanam di semenanjung Iberia dibawa ke dunia baru.

Pada tahun 1641, ampor anggur dari Viceroyalty, Peru ke Spanyol dilarang untuk menghilangkan persaingan produk anggur yang diproduksi secara lokal. Hal ini sangat mengganggu produksi anggur di koloni yang dapat diekspor di luar Amerika.

Pisco mulai digemari oleh pelaut yang mengangkut produk antar koloni dan Spanyol serta pelaut dari negara lain yang mulai menyebutnya Pisco, penamaan ini dianggap berasal dari Port. Minuman keras Pisco ulai menjadi Favorit para pelaut dan pekerja yang mengunjungi Pisco serta pelabuhan di Peru lainnya. Alkohol Pisco yang kuat dengan cepat mempengaruhi konsumennya. Hingga popularitas Pisco pun tumbuh dan hampir setara dengan anggur berkualitas ekspor lainnya.

Selama abad ke-18 dan 19, Pisco adalah andalan di laut lintas kapal, para pelaut yang biasanya meminum Whisky atau minuman Spirit lainnya kini beralih menjadi menggemari Pisco. Alasan utamanya adalah selain harganya yang rendah juga karena ketersediaannya yang banyak. Posisi ini dipertahankan Pisco sampai Rum mulai diperkenalkan. Popularitas Pisco pun digantikan Rum karena harga Rum lebih rendah dan rasanya lebih lembut.

Pisco juga sangat populer di San Francisco dan sekitar wilayah California selama Gold Rush di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Menurut dokumen hukum yang baru-baru ini ditemuka di U.S. National Archives of San Francisco, California pada tahun 2007, telah terbukti bahwa setidaknya sampai tahun 1864 Pisco dianggap sebagai minuman keras asli penduduk Republik Peru.

Varietas Pisco

  • Regular adalah Pisco dengan kadar alkohol 30-35% (60-70 proof). Rasanya cukup lembut sejak alkohol dicampurkan dengan air, mengingatkan kita pada sebuah Rum lembut dengan bau yang sangat manis dengan warna yang sedikit kekuning-kuningan.
  • Special adalah Pisco dengan kadar alkohol 35-40% (70-80 proof).Rasanya manis dengan warna kekuning-kuningan berawan. Rasanya lebih kuat dari Pisco Regular dan daun yang Aftertaste, alkohol dalam mulut, mirip dengang Bourbon.
  • Reserve adalah Pisco dengan kadar alkohol 40-43% (80-86 proof). Pisco jenis ini sangat mirip dengan Pisco Special.
  • Great adalah Pisco dengan kadar alkohol 43% ke atas (86 proof ke atas). Pisco Great memiliki bau berwibawa dan warna yang sangat menyenangkan, kuning gelap. Meski tidak semanis Varietas lainnya, namun mempunyai rasa kayu yang kuat.

Cointreau

Cointreau (dibaca: Kwan'-tro) adalah sebuah merek dari minuman beralkohol sejenis Triple'sec yang berasal dari Barthelemy-Saint d'Anjou, pinggiran Angers, Perancis dan dibuat dari kulit jeruk yang dikeringkan. Cointreau dibuat pertama kali pada tahun 1875 oleh Eduourd Cointreau, anak dari Edouard-Jean Cointreau. Eduourd Cointreau juga menciptakan botol bersisi persegi yang masih digunakan hingga saat ini. Kandungan alkohol dalam Cointreau adalah 40% dikarenakan proses distilasi yang digunakan. Kandungan tersebut tergolong tinggi untuk ukuran minuman Triple'sec. Sejak pertma kali dijual secara komersial, metode pembuatan Cointreau yang mendetail dirahasiakan dari publik. Namun karena Cointreau adalah sejenis minuman Triple'sec maka pembuatan Cointreau pun dimulai dengan merendam kulit jeruk dalam alkohol untuk kemudian mendistilasi alkohol tersebut.

Selain sebagai minuman beralkohol, Cointreau kadang-kadang digunakan sebagai Digestif. Cointreau dianggap sebagai minuman Triple'sec terbaik atau kategori Unique Liqueur.

Edouard-Jean Cointreau mendirikan Cointreau Distillery bersama Adolphe Cointreau, seorang pembuat manisan dari Angers. Keberhasilan pertama mereka dengan minuman keras ari Cery, Guignolet. Tetapi ketika mereka meramu campuran kulit jeruk pahit, manis, dan alkohol murni dari bit gula, menjadikan keberhasilan perusahaan itu kian definitif. Pada tahun 1875, dijual botol Cointreau untuk pertama kalinya. Saat ini, diperkirakan bahwa 13 juta botol Cointreau terjual setiap tahun di lebih 150 negara. 95% hasil produksinya di ekspor ke negara-negara luar. Perusahaan Cointreau masih dimiliki dan dikelola oleh keluarga Cointreau, walaupun pada tahun 1980 seorang keturunan terkenal meninggalkan perusahaan untuk menjalankan Sekolah Kuliner Le Cordon Bleu yang berbasis di Paris.

Metode produksi dan resep Cointreau adalah rahasia keluarga. Tetapi tur ke tempat penyulingan ini terbuka untuk umum. Fotografi di batasi di banyak daerah untuk melindungi proses produksinya agar tidak ada yang disalin.

Sherry

Sherry adalah anggur fortifikasi yang terbuat dari anggur putih yang tumbuh di dekat kota Jerez, Spanyol. Kata Sherry merupakan anglicization dari kata Jerez. Dimasa sebelumnya, Sherry dikenal sebagai Sack (dari Saca, Spanyol, yang berarti sebuah penghapusan dari Solera). Nama Persia kota ini pada periode Rustamid adalah Xerex (Shariz dalam bhas Persia) dan dari nama ini diperoleh nama Sherry dan Jerez. Ini disebabkan karena pendiri kerajaan tersebut adalah Rustam Shirzai (yang berarti berasal dari kota Shiraz) ingin memproduksi sejenis anggur yang mirip dengan anggur Shiraz yang terkenal di Iran (Persia).

Para produsen Spanyol telah mendaftarkan nama Jerez/Xerez/Sherry dan akan menuntut produsen anggur sejenis dari tempat-tempat lain yang menggunakan nama yang sama. Sesuai hukum, Sherry harus berasal dari daerah segitiga provinsi Cadiz antara Jerez, Sanlucar de Barrameda dan El Puerto de Santa Maria. Namun, nama Sherry digunakan sebagai nama semigenerik di Amerika Serikat. Di negara ini, Sherry harus diberi label dengan nama wilayah asalnya seperti Sherry Amerika atau Sherry California.

Setelah fermentasi selesai, Sherry diperkaya dengan Brandy. Karena terjadi setelah fermentasi, kebanyakan Sherry awalnya kering dengan ditambah gula kemudian. Sebaliknya, anggur port adalah setengah diperkaya melalui fermentasi yang berhenti proses, sehingga tidak semua gula menjadi alkohol.

Sherry diproduksi dalam berbagai gaya, mulai dari kering, versi ringan seperti Finos, dan versi berat, lebih dikenal sebagai Olorosos, semua terbuat dari Anggur Palomino. Anggur manis pencuci mulut juga dibuat di Pedro Ximenez atau Moscatel. Sherry dianggap oleh banyak penulis anggur sebagai kurang dihargai dan harta karun anggur yang diabaikan.


Sejarah

Christopher Columbus membawa Sherry dalam pelayarannya ke Amerika Serikat, Sementara Fernando Magalhaens menghabiskan lebih banyak uang untuk Sherry daripada untuk Senjata, ketika ia mempersiapkan pelayarannya berkeliling dunia tahun 1519.

Sebagai Anggur yang diperkuat, Sherry lebih dipersiapkan untuk bertahan dalam pelayaran laut ke Britania dan harganya sangat mahal. Tokoh Shakerspears Falstaff adalah seorang penggemar berat minuman ini dan ia mengatakan, "kalau aku punya seribua anak laki-laki, prinsip kemanusiaan yang pertama akan kuajarkan kepada mereka adalah menghindari minuman yang terlalu ringan dan mencandui Sack (Sherry)."
Karena Sherry merupakan ekspor anggur yang besar ke Britania Raya, banyak perushaan dan gaya Inggris yang berkembang. Banyak gudang Jerez didirikan oleh keluarga Inggris.

Jerez telah menjadi pusat pemeliharaan tanaman anggur sejak pembuatan anggur diperkenalkan ke Spanyol oleh Fenisia pada tahun 1100 SM. Praktek ini dijalankan oleh Roma ketika mereka mengambil alih Iberia sekitar tahun 200 SM. The Moor menaklukan wilayang di AD 711 dan memperkenalkan menyuling yang menyebabkan Brndy dan anggur yang diperkaya.

Meskipun minuman alkohol dilarang dalam Alquran, namun produksi anggur berlanjut melalui lima abad pada kekuasaan Islam. Dalam 966 Khalifah Cardoba, Al-Hakam II memerintahkan penghancurn kebun-kebun anggur. Tetapi penduduk Jerez naik banding atas dasar bahwa kebun-kebun anggur juga diproduksi menjadi kismis untuk memberi makan prajurit kekaisaran. Akhirnya, dua pertiga kebun anggur terselamatkan.

Anggur Shery mnejadi sangat populer di Britania raya, khususnya setelah Francis Drake dipecat Cadiz pada tahun 1587. Pada awaktu itu, Cadiz adalah salah satu pelabuhan laut yang paling di Spanyol dan Spanyol sedang mempersiapkan armada yang ada untuk menyerang Inggris. Diantara barang rampasan, Drake kembali dengan membawa 2900 barel Sherry dan anak buahnya sudah menunggu di pantai untuk dimuat menggunakan kapal Spanyol.

Pada tahun 1894, daerah Jerez dihancurkan oleh Phylloxera. Sedangkan kebun-kebun anggur yang lebih besar direboisasi dengan tanaman merambat. Dan produsen-produsen kecil yang tidak mampu melawan infestasi meninggalkan kebun-kebun anggur mereka.